Usep, 43 tahun, warga setempat, menyebutkan ada sedikitnya 40 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar ratusan jiwa yang kini terisolasi dari akses jalan utama.
"Jembatan ini satu-satunya akses yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari, terutama menuju kawasan pertanian. Kalau ambruk begini, otomatis kegiatan masyarakat, anak sekolah, sampai petani yang mau ke sawah terganggu total," ungkap Usep.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan perbaikan atau pembangunan ulang jembatan permanen. Tanpa penanganan cepat, aktivitas perekonomian berbasis pertanian di Desa Mekarsari dipastikan bakal terhambat signifikan.
