Gaji Rp3 Juta Masuk Desil 10 DTSEN? Ini Penjelasan Gus Ipul

Minggu 23 Agu 2026, 09:04 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan penentuan Desil DTSEN tidak hanya berdasarkan besaran penghasilan. (Sumber: Kendalkemlagi.desa)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan penentuan Desil DTSEN tidak hanya berdasarkan besaran penghasilan. (Sumber: Kendalkemlagi.desa)

POSKOTA.CO.ID - Polemik soal warga bergaji sekitar Rp3 juta per bulan yang tercatat dalam Desil 10 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) belakangan ramai diperbincangkan.

Banyak yang mengira angka penghasilan tertentu otomatis membuat seseorang masuk kelompok paling sejahtera.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, penentuan desil DTSEN tidak hanya melihat penghasilan bulanan. Ada banyak variabel sosial ekonomi yang dihitung secara bersama-sama oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta pada Selasa, 18 Agustus 2026. Ia meminta masyarakat tidak melihat status desil hanya dari nominal gaji.

“Jadi kita tidak melihat penghasilan saja ya. Itu nanti yang bisa menjelaskan lebih detail adalah BPS, karena BPS yang mengukur dan itemnya itu banyak,” kata Gus Ipul dikutip Minggu, 23 Agustus 2026.

Baca Juga: Kenapa Kualitas Udara Memburuk Saat Musim Kemarau? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui

BPS Gunakan Banyak Indikator untuk Menentukan Desil

Penjelasan tersebut sejalan dengan keterangan terbaru BPS mengenai DTSEN. Dalam pemeringkatan kesejahteraan, desil merupakan posisi relatif sebuah keluarga dibandingkan keluarga lainnya, bukan ukuran mutlak berdasarkan pendapatan atau kekayaan.

BPS membagi keluarga ke dalam 10 kelompok. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Artinya, seseorang yang memperoleh gaji Rp3 juta tidak otomatis bisa disebut kaya hanya karena berada di Desil 10. Begitu pula sebaliknya, seseorang dengan penghasilan tertentu tidak serta-merta masuk desil rendah.

Ada beberapa hal yang ikut diperhitungkan, antara lain:

  • Kondisi tempat tinggal, termasuk kualitas rumah dan akses terhadap fasilitas dasar.
  • Akses air minum, sanitasi, serta energi untuk memasak.
  • Pendidikan dan pekerjaan anggota keluarga.
  • Kondisi kesehatan dan disabilitas.
  • Kepemilikan aset dan usaha.

Komposisi atau karakteristik keluarga serta berbagai kondisi sosial ekonomi lainnya.


Berita Terkait


News Update