Meski telah berupaya bekerja, penghasilan keluarga dinilai belum cukup untuk memperbaiki rumah maupun memenuhi seluruh kebutuhan pengobatan anak mereka.
Farida mengaku keluarganya belum pernah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah.
"PKH tidak pernah, BLT juga tidak pernah dapat. Belum pernah sama sekali," ujarnya.
Baca Juga: Bansos Beras 10 Kg Tahun 2026 Tetap Berlanjut? Begini Skema Penyaluran dan Cara Cek Penerima
Ia berharap pemerintah maupun para dermawan dapat membantu biaya pengobatan anaknya sekaligus memberikan bantuan perbaikan rumah agar keluarganya dapat tinggal di hunian yang lebih layak.
"Harapan saya semoga ada yang peduli. Anak saya harus transfusi darah setiap bulan, rumah juga sudah mau roboh. Mudah-mudahan ada bantuan," ucapnya.
Penjelasan Pemerintah Desa
Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Caringin, Fathurrahman, membenarkan kondisi keluarga tersebut. Menurutnya, keluarga Farida memang belum tercatat sebagai penerima PKH maupun BPNT, meski sudah memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.
Ia menjelaskan, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), keluarga tersebut masuk dalam kategori desil lima sehingga belum menjadi prioritas penerima bantuan sosial.
"Memang ada laporan rumahnya hampir roboh. Kendalanya, bangunan itu berdiri di atas tanah milik warga asal Serang sehingga status lahannya masih menumpang," kata Fathurrahman.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan sosial saat ini mengacu pada sistem desil.
“Warga yang berada pada kelompok desil lebih rendah akan diprioritaskan sebagai penerima bantuan apabila memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah,” tuturnya.
