PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Sebuah keluarga kurang mampu di Kampung Caringin Lor, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, hidup dalam kondisi memprihatinkan. Mereka menempati rumah bilik bambu yang nyaris ambruk.
Sementara hingga kini mereka mengaku belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang ditujukan untuk membantu keluarga prasejahtera.
Yeni Farida, 40 tahun bersama suami dan tiga anaknya telah tinggal di rumah tersebut selama sekitar lima tahun. Namun, dalam satu tahun terakhir kondisi bangunan semakin memprihatinkan.
Sebagian atap yang terbuat dari genteng dan rumbia ambruk sehingga air hujan dengan mudah masuk ke dalam rumah.
Baca Juga: Tanpa Daftar Ulang, NIK KTP Jadi Kunci Cairkan Bansos PKH, BPNT, hingga PIP 2026
"Sudah sekitar lima tahun tinggal di sini. Rumah rusaknya sudah setahun. Mau diperbaiki juga tidak punya biaya. Suami kerja serabutan, untuk biaya berobat anak saja sudah berat," kata Farida kepada Pos Kota, Rabu, 5 Agustus 2026.
Akibat kondisi tersebut, keluarga Farida terpaksa berpindah-pindah tempat saat hujan turun. Bahkan ketika hujan deras terjadi pada malam hari, mereka memilih mengungsi ke rumah tetangga karena khawatir atap rumah roboh.
Anak Harus Transfusi Darah Setiap Bulan
Kesulitan ekonomi keluarga Farida semakin berat setelah anak ketiganya, Adibah, 7 tahun, didiagnosis menderita anemia berat.
Adibah harus menjalani transfusi darah secara rutin setiap bulan di rumah sakit di Kota Serang agar kondisi kesehatannya tetap stabil.
Baca Juga: Mengapa BLT Kesra 2026 Tidak Cair? Ini Penjelasan dan Daftar Bansos Pengganti yang Masih Cair
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, suami Farida bekerja serabutan sebagai pencari rambutan. Sementara itu, Farida menambah penghasilan dengan mencuci piring di sebuah rumah makan di sekitar tempat tinggalnya.
