"Saya larang, saya bilang nggak usahlah di rumah saja. Kalau perlu panggil teman ke sini. Sejak saat itu beliau memang tidak pernah ke luar rumah," kata Zainal.
Keluarga berharap almarhum dapat beristirahat total agar proses pemulihan berjalan lebih baik.
Kondisi Mendadak Memburuk Sebelum Meninggal
Harapan tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa hari setelah berada di rumah, kondisi Diding Boneng tiba-tiba memburuk.
Zainal Arifin mengaku mulai curiga ketika kakaknya sulit diajak berbicara.
"Begitu saya ajak ngomong, lidahnya sudah ketarik ke dalam, beliau sudah tidak bisa bicara," ungkapnya.
Keluarga menduga stroke yang sebelumnya sempat ditangani kembali kambuh hingga menyebabkan kondisi almarhum menurun dengan cepat.
Fakta Perjalanan Sakit Diding Boneng
Mengeluh sakit perut sekitar 15 hari sebelum meninggal.
Hasil pemeriksaan menunjukkan penyakit jantung, stroke, dan asma.
Menjalani perawatan intensif selama 10 hari di RS Tarakan.
Kondisi sempat membaik dan diperbolehkan pulang.
Tetap ingin beraktivitas meski diminta beristirahat.
Mengalami gangguan bicara sebelum akhirnya meninggal dunia.
