JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Enesis Group melaksanakan puncak rangkaian ASEAN Dengue Day 2026 di Perpustakaan Nasional RI, Gambir, Jakarta Pusat. Program ini melanjutkan upaya promotif dan preventif Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia.
Bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan Jakarta, dan Dinas Pendidikan Jakarta, Enesis Group memberikan edukasi Gerakan 3M+, yaitu Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, serta pentingnya melindungi diri dari gigitan nyamuk lewat penggunaan lotion antinyamuk Soffell.
Direktorat Penyakit Menular Kemenkes yang diwakili dr. Agus Handito menyampaikan dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Hingga pertengahan 2026, 50 ribu orang terjangkit DBD dan lebih dari 100 penderita meninggal dunia. Penderita mayoritas berusia 15-44 tahun, sedangkan kematian paling banyak terjadi pada kelompok 5-14 tahun.

"Keberhasilan penanggulangan dengue tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Dibutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor komunikasi publik, organisasi profesi, akademisi, masyarakat sipil, dan seluruh mitra pembangunan. Pendekatan kolaboratif berbasis bukti harus menjadi landasan dalam setiap implementasi program menuju target Indonesia Zero Kematian Akibat Dengue pada tahun 2030," kata Agus.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi sejak usia dini. Sebagai realisasi, rangkaian ASEAN Dengue Day 2026 digelar di SDN 03 & 05 Tanah Tinggi, SDN 20 Utan Kayu Selatan, dan SDN 02 Mampang Prapatan, sejalan dengan misi" Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan".
Acara ini juga menghadirkan publik figur Ririn Ekawati bersama putrinya dalam sesi talkshow yang mengangkat pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan pencegahan DBD sejak usia dini.
Head of Human Resources, Services and Public Relations Enesis Group, RM Ardiantara mengatakan, inisiatif ini menekankan sekolah dan keluarga berperan strategis membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat melalui Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M+.

"Kami berharap Gerakan 3M+ tidak hanya menjadi jargon, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat. Sebagai perusahaan Indonesia yang juga hadir di sejumlah negara ASEAN, kami berharap semangat Gerakan Bebas Dengue yang dimulai dari Indonesia dapat menginspirasi lahirnya inisiatif serupa di negara-negara ASEAN lainnya," ujarnya.
Sebagai produsen produk kesehatan dan personal care, Enesis Group meyakini upaya membangun masyarakat lebih sehat tidak hanya dilakukan melalui inovasi, tetapi juga edukasi dan kolaborasi.
Enesis Group berharap, Gerakan 3M+ dapat terus menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat mencegah DBD sejak usia dini, sekaligus memperkokoh target Indonesia Zero Dengue Death Tahun 2030 dan mewujudkan Pionir Gerakan Bebas Dengue di Asia Tenggara.
