Pramono Siapkan OMC saat Kemarau, Besaran Anggaran Masih Tanda Tanya

Jumat 31 Jul 2026, 06:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.IDPemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) setelah Ibu Kota hampir tiga pekan tidak diguyur hujan. Langkah ini dilakukan untuk mendatangkan hujan sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan dirinya telah memberikan izin kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca apabila kondisi dinilai membutuhkan. Rencana tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Pemerintah DKI Jakarta sudah berkoordinasi dengan BMKG mengenai Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta sendiri mempunyai Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan saya sudah sampaikan ke internal Balai Kota bahwa kalau memang harus diperlukan modifikasi cuaca, saya izinkan," ujar Pramono di kawasan Menteng Atas, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut Pramono, keputusan menyiapkan operasi modifikasi cuaca diambil karena Jakarta sudah hampir dua hingga tiga pekan tidak mengalami hujan. Selain itu, sejumlah wilayah di kawasan hulu juga mulai mengalami kekeringan sehingga perlu dilakukan langkah antisipatif.

Baca Juga: Gubernur DKI Pramono Anung Dorong Sanitasi Ramah Lingkungan, Bank Jakarta Dukung Melalui Peresmian Biodigester Komunal

Pelaksanaan OMC nantinya akan mengacu pada hasil pemantauan dan rekomendasi BMKG agar penyemaian awan dilakukan pada waktu dan lokasi yang tepat.

"Karena memang sekarang ini hampir 2 sampai dengan 3 minggu tidak pernah ada hujan sama sekali, apalagi di atas juga beberapa tempat terjadi kekeringan," kata Pramono.

Anggaran OMC Sebelumnya Rp31 Miliar

Meski telah memberikan lampu hijau pelaksanaan OMC, Pramono belum mengungkapkan besaran anggaran yang akan digunakan untuk operasi modifikasi cuaca pada musim kemarau kali ini.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca sepanjang 2026 sebagai bagian dari mitigasi cuaca ekstrem, baik pada musim hujan maupun musim kemarau.

Baca Juga: Suplai Air Bersih Terhenti di 53 Kelurahan, Pramono Anung Minta Penanganan Cepat

Nilai tersebut meningkat dibandingkan rencana awal sebesar Rp7 miliar setelah adanya rekomendasi BMKG terkait proyeksi kondisi cuaca selama 2026. Penambahan anggaran juga mempertimbangkan kemungkinan pelaksanaan OMC pada musim kemarau yang memiliki tujuan berbeda dibandingkan saat musim penghujan.

Jika pada musim hujan penyemaian awan dilakukan untuk mengurangi curah hujan dan menekan risiko banjir, maka pada musim kemarau operasi modifikasi cuaca diarahkan untuk memicu hujan di wilayah daratan guna membantu menjaga ketersediaan air.

Sementara itu, BPBD DKI Jakarta masih mematangkan rencana pelaksanaan operasi modifikasi cuaca bersama BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pembahasan akan mencakup metode pelaksanaan, aspek teknis, hingga kebutuhan pembiayaan sebelum operasi diputuskan untuk dijalankan.

Baca Juga: Ada Praktik Penyalahgunaan Kios di Pasar Barito, Begini Reaksi Pramono Anung

Kepala BPBD DKI Jakarta Maruli Simanjuntak mengatakan seluruh skema pelaksanaan OMC akan dibahas bersama instansi terkait dalam rapat pada Jumat, 31 Juli 2026. Hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar penentuan mekanisme operasi sekaligus besaran anggaran yang dibutuhkan.

"Itu (anggaran) yang baru besok kita mau bahas dengan BMKG. Termasuk caranya seperti apa, kemudian teknisnya seperti apa, termasuk pembiayaannya, berapa jumlah pembiayaannya, itu baru besok akan kita bahas," ujar Maruli.

Ia menambahkan, hingga kini BPBD belum dapat memastikan besaran anggaran yang diperlukan. Menurutnya, kebutuhan biaya operasi modifikasi cuaca pada musim kemarau masih akan dihitung dan belum dapat dipastikan apakah akan setara dengan pelaksanaan OMC saat musim penghujan.


Berita Terkait


News Update