POSKOTA.CO.ID - Kebakaran terjadi kantor dan gudang obat PT Metiska Farma di kawasan Jalan Raya Kebayoran Lama No. 557, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa malam, 28 Juli 2026.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Namun, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada bangunan kantor dan gudang obat dengan nilai kerugian yang ditaksir mencapai Rp3 miliar. Peristiwa itu sendiri dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.48 WIB.
Setelah menerima laporan, petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar merupakan bangunan gudang obat milik PT Metiska Farma dengan luas sekitar 40 x 30 meter atau kurang lebih 1.200 meter persegi.
Dalam operasi pemadaman tersebut, petugas mengerahkan 28 unit kendaraan pemadam kebakaran beserta 185 personel.
Berdasarkan informasi awal dari petugas, kebakaran diduga dipicu oleh fenomena kelistrikan.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Seiring ramainya pemberitaan mengenai kebakaran tersebut, banyak masyarakat mencari informasi mengenai kepemilikan PT Metiska Farma.
Lantas, siapa sebenarnya pemilik PT Metiska Farma yang terbakar hingga ditaksir mencapai Rp3 miliar? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Baca Juga: BAZNAS RI dan KP2MI Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Pemberdayaan PMI
PT Metiska Farma Milik Siapa?
Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT Metiska Farma saat ini dimiliki oleh Teguh Santosa yang juga menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan.
Namun, perjalanan perusahaan ini telah dimulai jauh sebelum kepemimpinan Teguh Santosa.
PT Metiska Farma awalnya berdiri pada 1970 dengan nama Xepa Laboratories. Perusahaan tersebut didirikan oleh Memet Tanuwidjaja, Ismail, dan Karim Johan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi obat-obatan.
Seiring perkembangan perusahaan, kepemilikan kemudian beralih kepada Teguh Santosa pada 1986.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan terus mengembangkan bisnis dan memperluas lini produk di sektor farmasi nasional.
Baca Juga: Malik Bawazier Kerja Apa? Ini Profil Suami Cut Keke yang Dilaporkan atas Dugaan Perzinaan
PT Metiska Farma merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang manufaktur dan distribusi produk farmasi.
Selain memproduksi obat-obatan, perusahaan juga mengembangkan berbagai produk suplemen kesehatan serta produk farmasi lainnya yang dipasarkan di Indonesia.
Selama lebih dari lima dekade beroperasi, PT Metiska Farma dikenal sebagai salah satu perusahaan yang berkontribusi dalam penyediaan kebutuhan obat-obatan bagi masyarakat.
Aktivitas bisnis perusahaan mencakup proses produksi, distribusi, hingga pemasaran berbagai produk kesehatan.
