JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Sebanyak 345 karateka dari berbagai dojo dan klub di Jakarta Pusat ambil bagian dalam Kejuaraan Karate Pekan Olahraga Kota (Porkot) Jakarta Pusat 2026.
Selain memperebutkan gelar juara, kejuaraan ini menjadi momentum bagi FORKI Jakarta Pusat untuk menemukan bibit-bibit atlet yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) DKI Jakarta.
Ketua Umum FORKI Jakarta Pusat, Mulyanto, mengatakan seluruh peserta yang tampil merupakan atlet-atlet potensial hasil pembinaan di tingkat klub. Sementara atlet yang telah memperkuat DKI Jakarta pada level provinsi maupun nasional sengaja tidak diturunkan agar kesempatan lebih banyak diberikan kepada generasi baru.
"Kejuaraan ini memang kami fokuskan sebagai ajang pencarian bibit atlet. Kami ingin melahirkan karateka baru yang nantinya mampu menjadi andalan Jakarta Pusat," ujar Mulyanto di Gelanggang Olahraga (GOR) Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026).
Baca Juga: Link Live Streaming Persib vs Arema FC Malam Ini Jam 19.30 WIB, KLIK DI SINI
Ia mengakui prestasi Jakarta Pusat pada Porprov sebelumnya belum sesuai harapan. Karena itu, FORKI kini memperkuat pembinaan melalui berbagai program, termasuk penyelenggaraan Porkot dan pelatihan kota secara berkesinambungan.
"Kami optimistis pembinaan yang dilakukan saat ini akan berdampak pada peningkatan prestasi. Harapannya, pada Porprov mendatang Jakarta Pusat bisa tampil jauh lebih baik," katanya.
Kejuaraan tahun ini mempertandingkan dua kategori, yakni kelas prestasi (open) yang diikuti 254 atlet dan kelas festival dengan 91 atlet. Sementara berdasarkan nomor pertandingan, 140 atlet berlaga di nomor Kata, sedangkan 205 atlet turun di nomor Kumite.
Kepala Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Sudin Pora) Jakarta Pusat, Rusdiyanto, mengatakan Porkot merupakan bagian dari sistem pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang oleh pemerintah daerah.
Baca Juga: Geruduk Polres Metro Tangerang Kota, Kakek Pandih Berjuang Pertahankan Lahan Kunciran
Menurutnya, kejuaraan tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengidentifikasi atlet-atlet potensial yang dapat dibina menuju jenjang yang lebih tinggi.
