“Soal hari yang sama, mungkin kebetulan. Yang jelas,dengan pengalaman mengikuti pemilihan ketua OSIS yang menyerupai pemilu. para siswa diharapkan memahami hak dan kewajiban sebagai pemilih. Terlebih sebagian besar dari mereka akan menjadi pemilih pemula Pemilu 2029,” urai mas Bro.
“Dapat dikatakan pemilihan ketua OSIS ini tak ubahnya miniatur pemilu sehingga para siswa memperoleh pengalaman berdemokrasi sejak di bangku sekolah,” kata Heri.
“Tentu demokrasi dengan menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan guna menciptakan pemilu yang jurdil, objektif, netral dan transparan serta bebas dari transaksi politik uang. Ini juga hendaknya menjadi bagian tak terpisahkan dari edukasi politik,” kata Yudi.
“Kita berharap para pelajar SLTA yang nantinya akan menjadi pemilih pemula, bakal tampil sebagai pelopor antipolitik uang dalam gelaran pemilu 2029, baik pilpres, pileg maupun pilkada di daerahnya. Mereka pula generasi muda yang akan mengawaki Indonesia Emas 2045,” ujar mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: MBG Bukan Program Ujug-Ujug
“Keteguhan hati antipolitik uang ini akan berlanjut menjadi menjadi kesadaran diri, hingga saatnya tampil bukan hanya sebagai pemilih, tetapi kandidat yang dipilih rakyat sebagai caleg, cawalkot, cabup, cagub hingga capres,” kata Heri.
“Jika semua kandidat antipolitik uang, anti suap menyuap, diharapkan akan menghasilkan pemilu yang tidak sebatas memenuhi asas legalitas formal, juga legalitas moral,” kata Yudi.
“Semoga harapan menjadi kenyataan,” ujar mas Bro.
