Penyebab Kematian Karumga Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Misterius, TKP Tak Steril

Senin 27 Jul 2026, 14:07 WIB
Ilustrasi mayat. (Pixabay.com/Mohamed_hassan)
Ilustrasi mayat. (Pixabay.com/Mohamed_hassan)

POSKOTA.CO.ID - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan masih terus menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.

Namun, proses pengungkapan kasus tersebut terkendala karena kondisi tempat kejadian perkara (TKP) sudah tidak lagi steril saat penyidik melakukan pendalaman.

Kepala Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan, penyidik kini memaksimalkan pencarian alat bukti lain untuk mengungkap peristiwa tersebut.

Sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV), keterangan saksi, hingga data medis korban menjadi fokus penyelidikan.

Baca Juga: Komisi III DPR Kritik Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi dan Borgol, Minta Kejagung Tak Tebang Pilih

"Jadi pada saat dii TKP kami mencari petunjuk, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan bukti-bukti, terutama rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi," ujar Iskandarsyah kepada awak media, Senin, 27 Juli 2026.

Kendati demikian, kata Iskandarsyah, proses olah TKP tidak bisa dilakukan secara optimal. Pasalnya, lokasi tempat korban ditemukan telah berubah akibat banyaknya aktivitas warga yang keluar masuk area tersebut sejak korban ditemukan pada Kamis, 23 Juli 2026.

Iskandarsyah menjelaskan, kondisi TKP yang sudah tidak utuh menjadi salah satu tantangan dalam proses penyelidikan karena situasi awal di lokasi telah terganggu.

Selain mengumpulkan bukti di lapangan, penyidik juga telah mengirimkan permintaan resmi kepada pihak rumah sakit untuk memperoleh dokumen dan data medis korban sebagai bahan pendukung penyelidikan.

Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Febri Diansyah, Eks Jubir KPK yang Jadi Pengacara Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

"TKP sudah beberapa hari rusak. Itu menjadi kendala karena sejak Kamis sudah banyak orang yang berlalu lalang di lokasi. Kami juga sedang bersurat ke rumah sakit untuk meminta data-data yang diperlukan," jelas Iskandarsyah.

Lanjut Iskandarsyah, sampai dengan saat ini, aparat kepolisia belum dapat menyimpulkan terkait identitas maupun status korban sebagaimana informasi yang beredar di media sosial dan pesan berantai. Seluruh informasi tersebut masih dalam tahap verifikasi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyelidiki kematian Sutrimo yang namanya belakangan dikaitkan dalam pesan berantai sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) milik mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Dalam informasi yang beredar, Sutrimo disebut meninggal dunia pada Kamis, 23 Juli 20256.

Baca Juga: Jamwas Beberkan Alasan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK

Korban dikabarkan sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya sebelum tiba-tiba tidak sadarkan diri dan mengeluarkan busa dari mulut serta hidung di halaman sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kemudian yang bersangkutan menghembuskan nafas terakhirnya di ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring.


Berita Terkait


News Update