KAI Commuter Blacklist 40 Pelaku Pelecehan Seksual, 17 Kasus Diproses Polisi

Senin 27 Jul 2026, 13:15 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual. (Sumber: Rawpixel)
Ilustrasi kekerasan seksual. (Sumber: Rawpixel)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - KAI Commuter telah memasukkan 40 pelaku pelecehan seksual ke dalam daftar hitam atau blacklist selama Semester I 2026.

Tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk ketegasan KAI Commuter dalam menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna transportasi massal.

Vice Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan 40 kasus pelecehan seksual tersebut terjadi di dalam Commuter Line maupun area stasiun sepanjang Januari hingga Juni 2026.

"Tindakan yang telah diambil KAI Commuter bagi ke-40 pelaku tersebut ke dalam daftar hitam (blacklist) akses layanan Commuter Line," ujar Karina kepada Poskota, Senin, 27 Juli 2026.

Baca Juga: Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak tak Kunjung Ditangkap, KPAI Datangi Polres Metro Bekasi

Menurut Karina, pemblokiran akses dilakukan untuk memastikan para pelaku tidak lagi dapat menggunakan fasilitas Commuter Line di seluruh wilayah operasional KAI Commuter. Kebijakan tersebut diterapkan melalui integrasi sistem pengawasan.

Selain memberikan sanksi berupa pemblokiran akses layanan, KAI Commuter telah melaporkan dan melimpahkan 17 dari 40 kasus pelecehan seksual tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.

Sementara itu, untuk kasus lainnya, KAI Commuter menghormati keputusan dan privasi korban yang memilih untuk tidak melanjutkan perkara ke ranah hukum.

Meski demikian, KAI Commuter terus mendorong para korban agar berani melanjutkan proses hukum. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

Baca Juga: 68 Kasus Kekerasan Seksual di Serang, Sebagian Besar Korban Anak

"Kendati demikian, KAI Commuter terus mendorong dan mengimbau para korban untuk berani melanjutkan proses hukum guna memberikan efek jera yang maksimal bagi pelaku," kata Karina.

KAI Commuter Siap Dampingi Korban


Berita Terkait


News Update