Beberapa studi menemukan bahwa nyamuk cenderung lebih menyukai orang dengan golongan darah O dibandingkan golongan darah A. Meski demikian, peneliti masih terus mengkaji penyebab pasti di balik kecenderungan tersebut.
5. Sedang Hamil
Ibu hamil termasuk kelompok yang lebih sering menjadi sasaran nyamuk. Kondisi metabolisme yang meningkat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak panas dan karbon dioksida.
Faktor Lain yang Sering Tidak Disadari
Selain kondisi tubuh, ada beberapa kebiasaan dan faktor lain yang juga berpengaruh terhadap ketertarikan nyamuk.
Bakteri alami pada kulit. Komposisi bakteri yang berbeda menghasilkan aroma khas yang dapat menarik nyamuk.
Memakai pakaian berwarna gelap. Warna hitam, merah tua, dan oranye lebih mudah terlihat oleh nyamuk dibandingkan warna terang.
Baru selesai berolahraga. Keringat, suhu tubuh yang meningkat, dan produksi karbon dioksida menjadi kombinasi yang disukai nyamuk.
Mengonsumsi alkohol. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan daya tarik seseorang terhadap nyamuk karena memengaruhi metabolisme tubuh.
Baca Juga: 1, 2 Juta Pekerja Diperkirakan Terdampak, Kemnaker Soroti Risiko PHK Akibat Penyeragaman Kemasan
Cara Mengurangi Risiko Digigit Nyamuk
Meski tidak semua faktor bisa dihindari, risiko gigitan nyamuk tetap dapat dikurangi dengan beberapa langkah sederhana berikut.
Gunakan pakaian berlengan panjang saat berada di luar rumah, terutama pada pagi dan menjelang malam.
Pilih pakaian berwarna terang agar tidak mudah menarik perhatian nyamuk.
Oleskan losion atau semprotan antinyamuk sesuai petunjuk penggunaan.
