Kenapa Ada Orang Lebih Sering Digigit Nyamuk? Ini 5 Faktor yang Membuat Tubuh Lebih Menarik bagi Nyamuk

Jumat 10 Jul 2026, 20:44 WIB
Ilustrasi nyamuk yang sedang mengisap darah manusia. Penelitian menunjukkan nyamuk memilih target berdasarkan karbon dioksida, aroma tubuh, suhu kulit, hingga faktor biologis lainnya. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ilustrasi nyamuk yang sedang mengisap darah manusia. Penelitian menunjukkan nyamuk memilih target berdasarkan karbon dioksida, aroma tubuh, suhu kulit, hingga faktor biologis lainnya. (Sumber: Wikimedia Commons)

Segera mandi setelah berolahraga untuk menghilangkan keringat yang menempel di kulit.

Bersihkan lingkungan rumah dan hilangkan genangan air agar nyamuk tidak berkembang biak.

Langkah-langkah tersebut juga membantu menurunkan risiko penyakit yang ditularkan nyamuk, seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya.

Pada akhirnya, alasan kenapa seseorang lebih sering digigit nyamuk bukanlah mitos. Faktor seperti karbon dioksida, suhu tubuh, aroma kulit, golongan darah, hingga kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi seberapa mudah nyamuk menemukan targetnya.

Meski beberapa faktor berasal dari kondisi alami tubuh yang tidak bisa diubah, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan pelindung antinyamuk, dan mengenakan pakaian yang tepat tetap menjadi cara paling efektif untuk mengurangi risiko gigitan sekaligus mencegah penyakit yang dibawa nyamuk.


Berita Terkait


News Update