Jelang Muktamar NU, Idrus Marham Dorong Kepengurusan Baru Maksimalkan Potensi Kader

Jumat 10 Jul 2026, 19:32 WIB
Penasihat Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Idrus Marham saat diwawancarai awak media usai menghadiri Sarasehan Nasional di Kantor DNIKS, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. (Sumber: Istimewa)
Penasihat Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Idrus Marham saat diwawancarai awak media usai menghadiri Sarasehan Nasional di Kantor DNIKS, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.ID —  Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Penasihat Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Idrus Marham, berharap forum tertinggi organisasi tersebut mampu melahirkan kepengurusan yang tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga kuat dalam menjalankan program demi kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kekuatan NU saat ini sudah tidak diragukan lagi jika dilihat dari sisi jumlah jamaah maupun persebaran kader yang berada di berbagai sektor strategis, termasuk lintas partai politik.

"Gus Choi sudah menyampaikan bahwa secara kuantitas, semua lembaga survei mengatakan rata-rata di atas 50 persen umat Islam bila ditanya afiliasinya ke mana atau anggotanya ke mana adalah NU. Dan juga secara individual, kader-kader NU ini ada di mana-mana," ujar Idrus  usai menghadiri Sarasehan Nasional di Kantor DNIKS, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. 

Baca Juga: Ini Alasan KPK Periksa Anggota DPRD Temanggung Terkait Kasus Idrus Marham

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, besarnya jumlah kader NU harus menjadi modal utama bagi organisasi untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan nasional. 

Menurut dia, kader NU saat ini tersebar hampir di seluruh partai politik sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan kekuatan tersebut dalam satu visi yang sama.

"Kalau kita bicara tentang konsep kepartaian, kader NU ada di semua partai di Indonesia. Tidak hanya di PKB, tetapi juga ada di Golkar, Gerindra, NasDem, PDI Perjuangan, dan partai-partai lainnya," ucap Idrus.

Atas dasar itu, Idrus berharap Muktamar NU ke-35 dapat melahirkan kepengurusan yang mampu menjadi inspirator, inisiator, motivator sekaligus eksekutor berbagai program organisasi. 

Baca Juga: Idrus Marham soal Bencana di Sumatra: Jangan Saling Menyindir, Turun ke Lokasi Bencana

Idrus mengatakan, NU tidak boleh hanya dikenal sebagai organisasi dengan jumlah anggota terbesar, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.


Berita Terkait


News Update