"Oleh karena itu, kita harapkan kepengurusan NU yang dihasilkan oleh Muktamar NU ke-35 pada bulan Agustus yang akan datang betul-betul melahirkan kepengurusan NU yang mampu menjadi inspirator, mampu menjadi inisiator, mampu menjadi motivator, dan mampu melakukan eksekusi terhadap program-program yang ada," ucapnya.
Ia menilai kepengurusan baru juga harus mampu mengakomodasi seluruh potensi kader yang tersebar di berbagai bidang agar dapat bersinergi dengan pemerintah melalui pendekatan gagasan, konsep, dan program kerja yang konkret.
"Kalau kita melihat anatomi ini, di mana kadernya ada di mana-mana, NU jemaahnya ada di mana-mana. Oleh karena itu kepengurusan yang ada harus mencerminkan dan mengakomodasi semua itu sehingga mampu menjadi penggerak. Ide-ide yang bagus itu harus dilaksanakan, kemudian sinergi dengan pemerintah melalui pendekatan konseptual, pendekatan gagasan, dan pendekatan program," katanya.
Mantan Menteri Sosial ini meyakini, apabila koordinasi antara pengurus pusat, daerah, hingga kader di akar rumput berjalan baik, maka kontribusi NU terhadap pembangunan nasional akan semakin kuat, bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas.
"Dengan cara seperti itu maka tentu ke depan ini semakin memperkuat posisi NU yang besar tidak hanya secara kuantitas, tetapi secara kualitas yang ditandai dengan konsep-konsep sebagai sumbangsih terhadap program-program pembangunan untuk rakyat," ujar Idrus.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi sangat bergantung pada kemampuan pengurus dalam mengelola potensi kader yang tersebar di berbagai sektor. Menurutnya, koordinasi yang baik akan membuat peran kader NU semakin kuat dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
"NU memiliki tanggung jawab untuk bagaimana kader-kader yang ada di mana-mana ini dilakukan koordinasi dengan baik, sehingga kader di mana pun mereka berada, posisinya semakin mantap, perannya semakin kuat, konsep-konsep yang dilaksanakan untuk kepentingan rakyat, menyelesaikan masalah rakyat, memenuhi kebutuhan rakyat, dan memberikan harapan masa depan rakyat yang lebih baik," ungkap dia.
Selain itu, Idrus juga mengingatkan agar pengurus yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan dan tidak justru bergantung kepada pihak lain dalam menjalankan organisasi.
"Ini hanya bisa dilakukan tergantung pada pengurusnya. Jangan sampai pengurus mau diurus," tegasnya.
Menurut Idrus, kepemimpinan yang memiliki gagasan dan kemampuan intelektual akan membuat organisasi tetap mandiri serta tidak mudah dipengaruhi kepentingan di luar NU.
"Yang ideal adalah kader-kader NU yang ada di mana-mana memiliki konsep, memiliki ide, dan harus tampil. Kalau orang yang tampil tidak punya ide, pasti jadi boneka. Tetapi kalau yang muncul betul-betul punya kemampuan, punya ide, punya gagasan, dan tampil memimpin sendiri, maka ide itu dilaksanakan, diinspirasi oleh motivasi ideologis dari dalam," katanya.
