Posko itu dibentuk agar masyarakat dapat mengurus seluruh dokumen secara langsung tanpa harus menggunakan jasa perantara atau calo.
Menurut Ika, selama ini banyak warga mengalami kesulitan karena tidak mengetahui dokumen yang harus dipenuhi serta tidak memiliki akses langsung kepada petugas pemerintah.
"Kami di sini membuka posko pelayanan. Kesulitan warga di Cawang selama ini tidak bisa bertemu langsung dengan Dinas Sumber Daya Air. Sekarang seluruh proses penyusunan dokumen dibantu oleh petugas kami sehingga masyarakat bisa datang langsung ke posko," kata Ika.
Ia mengatakan, pembebasan lahan akan mencakup dua wilayah rukun tetangga (RT), yakni RT 02 dan RT 15. Bahkan, RT 15 akan hilang sepenuhnya karena seluruh wilayahnya masuk dalam area normalisasi Sungai Ciliwung.
"Terdapat dua RT yang akan terkena pembebasan lahan yaitu RT 15 dan RT 02. Dengan pembebasan lahan ini satu RT, yaitu RT 15, akan habis karena masuk dalam trase normalisasi sepanjang kurang lebih 550 meter di Kelurahan Cawang," jelasnya.
Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki target membebaskan lahan sepanjang 16,5 kilometer di bantaran Sungai Ciliwung.
Untuk tahun 2026, pembebasan difokuskan di kawasan Cawang, Rawajati, dan Pengadegan dengan target sepanjang sekitar dua kilometer.
"Target kami di 2026 untuk Cawang, Rawajati, dan Pengadegan kurang lebih sampai akhir tahun ini sekitar dua kilometer. Harapannya pada ulang tahun Jakarta tahun depan kita bisa tembus dari MT Haryono sampai Jembatan Kalibata," katanya.
Ika juga menunjukkan perubahan kondisi di lapangan setelah puluhan bangunan dibongkar. Menurutnya, aliran Sungai Ciliwung yang sebelumnya tertutup deretan rumah kini mulai terlihat.
"Kalau dulu sungainya tidak bisa kelihatan karena tertutup bangunan. Sekarang Kali Ciliwung sudah terlihat. Kawasan ini merupakan salah satu titik yang sering menyebabkan banjir di Rawajati dan Kalibata ketika debit sungai meningkat," ujarnya.
Ia memastikan anggaran pembebasan lahan telah tersedia. Pada 2026, Pemprov DKI mengalokasikan dana sebesar Rp300 miliar yang digunakan untuk pembebasan lahan di Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.
"Budget-nya sudah ada, sebesar Rp300 miliar untuk Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama," kata Ika.
