Kopi Pagi: Koperasi vs Oligarki Ekonomi

Kamis 09 Jul 2026, 07:09 WIB
Kopi Pagi edisi hari ini, Kamis, 9 Juli 2026. (Sumber: Poskota)
Kopi Pagi edisi hari ini, Kamis, 9 Juli 2026. (Sumber: Poskota)

Jika ini yang terjadi, boleh jadi koperasi akan menjadi kepanjangan tangan oligarki. Berganti papan nama, bentuknya ada, namun rohnya tiada.

Ini yang harus kita cegah dengan terus mengawal agar koperasi benar-benar dikelola secara demokratis oleh warga desa sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan.

Koperasi membangun demokrasi ekonomi melalui prinsip kebersamaan dan kegotongroyongan serta efisiensi berkeadilan, bukan mengembangkan asas persaingan dan individualistik. Bukan pula kepemilikan ditentukan oleh besar kecilnya permodalan dengan merujuk satu rupiah adalah satu suara, seperti dikatakan Harmoko dalam kolom "Kopi Pagi" di media ini.

Tidak pula melupakan fungsi sosial koperasi itu sendiri sebagaimana konsep yang dicetuskan Bung Hatta, koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi bersama berdasarkan tolong-menolong.

Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan prinsip “seorang buat semua dan semua buat seorang". Selamat Hari Koperasi Nasional Tahun 2026: Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya.


Berita Terkait


undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Mitigasi Krisis

News Update