POSKOTA.CO.ID - “Yang dibutuhkan adalah membangkitan semangat "sense of crisis" terhadap suasana yang sedang mendera kehidupan masyarakat kita melalui keteladanan para elite dan pejabat publik. Diperlukan juga kecepatan merespons dengan aksi nyata mulai dari pikiran, ucapan dan perbuatan," kata Harmoko.
Indonesia berpengalaman menghadapi krisis ekonomi adalah fakta adanya. Berhasil keluar dari krisis ekonomi yang melanda dunia, tidak juga terbantahkan.
Sejak era reformasi Indonesia menghadapi beragam tantangan besar, tak terkecuali krisis ekonomi dunia. Pada 2008, dunia dilanda resesi, ekonomi jeblok, dengan pertumbuhan minus satu persen, Indonesia menorehkan angka 4,6 persen, nomor tiga tertinggi di dunia.
Indonesia lolos dari resesi, terlepas dari berbagai persoalan internal yang menyertainya akibat kondisi ekonomi dunia terus didera masalah akibat perang dagang antara AS dan China pada 2017-2019. Disusul pelemahan struktur ekonomi dunia, termasuk perekonomian negeri kita saat Pandemi Covid-19 pada 2020.
Baca Juga: Kopi Pagi : Cepat dan Bijak
Baru bebas dari pandemi, dunia kembali terguncang perang Rusia-Ukraina. Tahun 2023 dikenal dengan sebutan tahun kegelapan sebagaimana prediksi "2023 Is gonna be dark" atau dunia menjadi gelap.
Di saat dunia dibayangi awan gelap, Indonesia terlewati, karena pondasi perekonomian yang cukup kuat menghadang resesi, meski mencuat pendapat bahwa negeri kita aman dari resesi bukan karena hebat. tetapi lebih karena keterkaitan dengan ekonomi dunia relatif kecil. Kurang terhubung dengan dunia – less connected terhadap apa yang terjadi di dunia.
Lepas dari persoalan ekonomi yang terus mendera, agenda politik lima tahunan dalam negeri berjalan sesuai pentahapan. Gelaran pemilu serentak tahun 2024 kian memperkuat perekonomian lokal, di tengah ancaman resesi global.Sering disebut pemilu itu berkah.
Hasilnya seperti yang kita saksikan sekarang. Terbentuknya kekuasaan eksekutif dan legislatif baik di pusat maupun daerah.
Baca Juga: Kopi Pagi: Bersama Tanpa Prasangka dan Curiga
Kini, tantangan bukannya semakin ringan, malah bertambah berat dan kompleks. Tidak terbantahkan, negeri kita saat ini sedang menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi global yang penuh konflik, ketegangan, dan ketidakpastian.
