Kopi Pagi: Koperasi vs Oligarki Ekonomi

Kamis 09 Jul 2026, 07:09 WIB
Kopi Pagi edisi hari ini, Kamis, 9 Juli 2026. (Sumber: Poskota)
Kopi Pagi edisi hari ini, Kamis, 9 Juli 2026. (Sumber: Poskota)

POSKOTA.CO.ID - “Koperasi membangun demokrasi ekonomi melalui prinsip kebersamaan dan kegotongroyongan serta efisiensi keadilan, bukan mengembangkan asas persaingan dan individualistik. Bukan pula kepemilikan ditentukan oleh besar kecilnya permodalan dengan merujuk satu rupiah adalah satu suara," kata Harmoko.

Melalui kolom ini dua tahun lalu, tepatnya 12 Juli 2024, kami sedikit mengulas transformasi koperasi tidak bisa ditunda-tunda lagi. Yang diperlukan sekarang adalah aksi nyata mengembangkan koperasi modern agar lebih memberikan nilai tambah bagi anggota khususnya, dan masyarakat umumnya.

Digitalisasi koperasi semakin menjadi penting agar mampu menarik minat generasi milenial yang saat ini jauh dari koperasi. Selain itu, dengan mengembangkan koperasi modern dapat membangun perekonomian negeri kita bertransisi menjadi perekonomian negara maju.

Koperasi disebut modern jika menjalankan kegiatan dan usahanya dengan cara-cara baru, menggunakan manajemen tata kelola koperasi yang baik,serta memiliki daya saing unggul. Juga adaptif dengan perubahan, utamanya terhadap sistem cerdas teknologi informasi.

Baca Juga: Kopi Pagi: Jangan Ingkari Janji Konstitusi

Meki begitu, mengembangkan koperasi dengan kecanggihan teknologi informasi, harus tetap berjati diri ekonomi kerakyatan yang berasas kekeluargaan. Itulah koperasi masa depan yang hendaknya dikembangkan.

Fakta tidak terbantahkan bahwa lemahnya manajemen, permodalan, rendahnya partisipasi anggota dan kapasitas koperasi serta SDM, masih menjadi tantangan sebagian besar koperasi di tanah air.

Di sisi lain, sekitar 80 persen koperasi di Indonesia merupakan simpan pinjam yang melayani kebutuhan permodalan untuk masyarakat yang tidak terjangkau perbankan.

Ke depan, koperasi tidak hanya fokus pada sektor keuangan, tetapi harus masuk ke sektor riil seperti koperasi konsumen, produsen, jasa dan pemasaran guna memberdayakan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Kopi Pagi: Menyelaraskan Hak dan Kewajiban

Tak kalah pentingnya membangun ekonomi melalui the amazing local culture - menggali talenta-talenta yang ada di desa menjadi komoditas unggulan. Ini sering disebut juga menggali dan mengembangkan kearifan lokal demi kemakmuran masyarakat setempat.


Berita Terkait


undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Mitigasi Krisis

News Update