Kehendak tersebut segera terwujud menyusul kebijakan Presiden Prabowo Subianto dengan membangun 80 ribu koperasi desa Merah Putih yang tersebar di seluruh desa di Indonesia.
Ini bukti negara hadir menggerakkan ekonomi rakyat hingga ke seluruh pelosok negeri dengan membangun koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia untuk menyejahterakan rakyatnya.
Hanya saja, hadirnya koperasi modern saat ini hendaknya tidak sebatas disikapi sebagai bentuk penghormatan legalitas.
Koperasi akan menjadi kuat, hebat dan bermartabat jika menjadi gerakan rakyat, bukan gerakan konglomerat dan pemodal besar.
Justru, koperasi merupakan jiwa kolektif yang tumbuh dari bawah untuk menentukan produksi sendiri, distribusi dan pasar sendiri, termasuk dalam mengendalikan harga untuk melawan konglomerasi, terlebih oligarki.
Baca Juga: Kopi Pagi: Safari Politik Membangun Harmoni, Bukan Distorsi
Kita paham betul koperasi dan oligarki adalah dua sistem ekonomi yang berbeda, bahkan bertolak belakang, baik landasan, kepemilikan dan kekuasaan serta tujuan utama yang hendak dicapai.
Secara umum, koperasi berlandaskan asas gotong royong dan keadilan untuk menyejahterakan seluruh anggotanya, sementara dalam oligarki, kendali ekonomi dan politik dipegang oleh segelintir elite yang didasari oleh kekayaan atau kekuasaan untuk kepentingan pribadi.
Koperasi hadir untuk mencegah terjadinya penguasaan ekonomi oleh elite tertentu - identik dengan oligarki ekonomi yang tak selaras dengan jiwa dan semangat pasal 33 UUD 1945.
Gerakan membangun koperasi desa akan berjalan efektif, mencapai target dan tepat sasaran, jika ditopang tata kelola (good governance) yang baik. Bebas dari orang–orang titipan sebagai kepanjangan tangan kekuatan oligarki. Mencegah masuknya pemodal besar lewat pintu belakang koperasi seperti akses lahan, infrastruktur dan bantuan manajemen serta digitalisasi koperasi.
Baca Juga: Kopi Pagi : Cepat dan Bijak
Kita tentu tak berharap gerakan koperasi yang kian merakyat, masih saja dibayang – bayangi kekuatan oligarki sebagai pengendali rantai pasok pasar desa melalui koperasi.
