KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya tengah menyelidiki dugaan teror yang dialami tim kuasa hukum ahli waris sengketa lahan Arjuna HyperBowling di Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Kasus terbaru menimpa advokat Novianus Martin Bau setelah sebuah drone menjatuhkan benda menyerupai granat beserta surat ancaman di halaman rumahnya di Perumahan Daun Hijau Residence, Pondok Petir, Bojongsari, Depok, Minggu, 5 Juli 2026.
"Benar, petugas telah menerima laporan adanya benda mencurigakan yang menempel pada drone dan diduga menyerupai granat. Petugas langsung mendatangi lokasi, mengamankan TKP, memasang police line, serta berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob dan Inafis untuk penanganan lebih lanjut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi Poskota, Senin, 6 Juli 2026.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan oleh Tim Gegana Brimob, polisi memastikan benda yang semula dicurigai sebagai granat tersebut bukan bahan peledak, melainkan hanya replika.
Baca Juga: Tiga Remaja Temukan Granat saat Sedang Cari Kerang di Pintu Air Sikabayan Bogor
Saat ini pihak penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pelaku, motif, serta rangkaian peristiwa di balik dugaan aksi teror itu.
"Berdasarkan hasil olah TKP dan penanganan oleh Tim Gegana Brimob, benda yang semula dicurigai sebagai bahan peledak dipastikan merupakan barang yang menyerupai atau replika granat, bukan bahan peledak," beber Budi.
Meski benda tersebut dipastikan bukan bahan peledak, penyidik tetap melanjutkan penyelidikan kasus itu.
Saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari pelapor dan sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan kaitannya dengan sengketa lahan yang sedang didampingi tim kuasa hukum.
Baca Juga: Benda Diduga Granat Ditemukan di Lahan Kosong Ciseeng Bogor
Sebelumnya, anggota tim kuasa hukum lainnya, Sulardi, juga mengaku menjadi korban dugaan teror setelah rumahnya di Ciracas, Jakarta Timur, dilempari bom molotov pada Rabu, 1 Juli 2026 dini hari.
Saat itu ia terbangun karena mendengar teriakan warga dan mendapati api menyala di bagian pagar rumah.
"Begitu saya keluar kok ada api menyala," ucap Sulardi.
Beruntung, api hanya membakar bagian bawah pagar dan berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bagian lain rumah.
Karena memang bagian bawah pagar terbuat dari besi. Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, ada dua orang berboncengan sepeda motor berhenti tidak jauh dari rumahnya.
"Salah satu pelaku turun, menyalakan sumbu pada sebuah botol, lalu melemparkannya ke arah pagar sebelum melarikan diri," kata Sulardi.
