DPRD DKI Jakarta Ungkap Flyover Latumenten Dibangun dari Aspirasi Warga, Bisa Kurangi Macet 40 Persen

Kamis 02 Jul 2026, 19:36 WIB
Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri) dan Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth (tengah) saat meninjau progres pembangunan Flyover Latumenten, Kamis, 2 Juli 2026. (Sumber: Istimewa)
Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri) dan Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth (tengah) saat meninjau progres pembangunan Flyover Latumenten, Kamis, 2 Juli 2026. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Proyek pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, terus menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan proyek senilai Rp259 miliar tersebut rampung pada 15 Desember 2026 dengan progres pembangunan yang kini telah mencapai 55,2 persen.

Flyover yang dibangun untuk mengurai kemacetan di kawasan perlintasan sebidang kereta api ini diproyeksikan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas hingga 40 persen sekaligus memperkuat integrasi transportasi publik di Jakarta Barat.

Perkembangan proyek tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth pada Kamis, 2 Juli 2026.

"Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," ujar Kenneth.

Baca Juga: DPRD Jakarta Minta Flyover Latumenten Tak Hanya Selesaikan Kemacetan di Satu Titik

Berawal dari Aspirasi Warga

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta yang akrab disapa Bang Kent itu menjelaskan, pembangunan Flyover Latumenten berawal dari aspirasi masyarakat saat dirinya melaksanakan reses pada 2024.

Saat itu, warga mengeluhkan kemacetan kronis akibat padatnya aktivitas di perlintasan kereta api dan meminta pemerintah membangun flyover sebagai solusi jangka panjang.

"Pada 2024 lalu saya ada kunjungan kerja ke daerah sini saat reses. Warga meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat," ungkapnya.

Karena Pemprov DKI Jakarta saat itu belum memiliki anggaran pembangunan, Kenneth mendorong agar dilakukan kajian teknis terlebih dahulu. Setelah kajian selesai, proyek kemudian masuk tahap lelang sebelum akhirnya mulai dikerjakan pada penghujung 2025.

Baca Juga: Telan Anggaran Rp259 Miliar, Pramono Targetkan Flyover Latumenten Selesai Desember 2026

"Akhirnya saya minta dibuatkan kajian terkait permasalahan ini. Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu seperti yang diharapkan Pak Gubernur," katanya.

Terintegrasi dengan KRL, Transjakarta, dan JakLingko


Berita Terkait


News Update