Kapan Waktu Terbaik Menikah Menurut Islam? Ini 5 Bulan yang Dianjurkan

Sabtu 04 Jul 2026, 11:41 WIB
Ilustrasi. Waktu terbaik menikah menurut Islam. (Sumber: Freepik/bristekjegor)
Ilustrasi. Waktu terbaik menikah menurut Islam. (Sumber: Freepik/bristekjegor)

POSKOTA.CO.ID - Pernikahan merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi ikatan suci antara laki-laki dan perempuan, pernikahan juga menjadi jalan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Allah SWT menjelaskan tujuan pernikahan dalam Surah Ar-Rum ayat 21 yang berbunyi:

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."

Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan keutamaan menikah melalui sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA:

"Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karena itu bertakwalah kepada Allah pada separuh yang lainnya." (HR Al-Baihaqi)

Baca Juga: Cara Cek Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadan 2026 Resmi Kemenag dan Muhammadiyah

Karena merupakan ibadah yang sangat mulia, banyak calon pengantin berusaha memilih waktu terbaik untuk melangsungkan akad nikah. Lantas, apakah ada bulan yang dianjurkan untuk menikah menurut Islam?

Pada dasarnya, seluruh hari dan bulan dalam Islam adalah baik selama tidak digunakan untuk melakukan kemaksiatan. Namun, terdapat beberapa bulan yang sering dipilih karena memiliki nilai sejarah maupun keutamaan dalam ajaran Islam.

Bulan-Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Islam

Ilustrasi. Menikah (Sumber: Pinterest/Melos)
  1. Bulan Syawal

Syawal menjadi salah satu bulan yang paling dianjurkan untuk menikah karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Aisyah RA yang mengatakan:

"Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan beliau mulai hidup bersama denganku pada bulan Syawal." (HR Tirmidzi)

Hadis tersebut menjadi dasar bahwa menikah di bulan Syawal merupakan amalan yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Puasa Arafah 2026 Tanggal Berapa? Ini Niat dan Keutamaannya

  1. Bulan Rajab

Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh karena memiliki keutamaan tersendiri.

Melangsungkan pernikahan di bulan Rajab dapat menjadi salah satu bentuk ibadah apabila diniatkan untuk meraih rida Allah SWT sekaligus membangun keluarga yang taat kepada-Nya.

  1. Bulan Rabiul Awal

Rabiul Awal dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang setiap tahunnya diperingati sebagai Maulid Nabi.

Selain memperbanyak selawat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, berzikir, dan menjalankan amalan sunnah lainnya, banyak umat Islam memilih melangsungkan akad nikah pada bulan ini sebagai bentuk meneladani nilai-nilai kehidupan Rasulullah SAW.

Baca Juga: Waktu Terbaik Ziarah Kubur Jelang Ramadhan Kapan? Inilah Penjelasan dan Tata Caranya

  1. Bulan Safar

Di sebagian masyarakat masih berkembang anggapan bahwa bulan Safar membawa kesialan sehingga dianggap kurang baik untuk menikah.

Padahal, keyakinan tersebut berasal dari tradisi masyarakat jahiliah sebelum datangnya Islam dan tidak memiliki dasar yang sah dalam Al-Qur'an maupun hadis.

Islam sendiri tidak mengenal larangan menikah pada bulan Safar. Karena itu, akad nikah tetap sah dan diperbolehkan dilaksanakan kapan pun selama memenuhi syarat dan rukun pernikahan.

  1. Bulan Muharram

Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus termasuk bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Di Indonesia, khususnya dalam budaya Jawa, Muharram sering disebut bulan Suro dan dikaitkan dengan berbagai pantangan, termasuk larangan menikah. Namun, keyakinan tersebut tidak memiliki landasan dalam syariat Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada burung hantu dan tidak ada Safar yang membawa kesialan. Larilah dari penderita kusta sebagaimana engkau lari dari singa." (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga mengingatkan:

"Thiyarah adalah kesyirikan. Thiyarah adalah kesyirikan." (HR Abu Dawud)

Hadis tersebut menjadi penegasan bahwa mempercayai hari atau bulan tertentu membawa kesialan tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.

Apakah Islam Melarang Menikah pada Bulan Tertentu?

Secara umum, Islam tidak menetapkan adanya bulan yang haram atau terlarang untuk melaksanakan pernikahan. Seorang Muslim dapat menikah kapan saja selama memenuhi ketentuan syariat dan tidak sedang berada dalam kondisi yang menghalangi akad nikah.

Beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang tidak boleh menikah untuk sementara waktu antara lain:

  • Wanita yang masih menjalani masa idah setelah bercerai atau ditinggal wafat suaminya.
  • Wanita yang masih berstatus sebagai istri orang lain.
  • Seseorang yang sedang berihram ketika menunaikan ibadah haji atau umrah.

Memilih bulan pernikahan merupakan bagian dari ikhtiar yang diperbolehkan dalam Islam. Bulan Syawal, Rajab, Rabiul Awal, Safar, dan Muharram sering dipilih karena memiliki nilai sejarah maupun keutamaan tersendiri.

Meski demikian, Islam tidak mengajarkan adanya bulan yang membawa kesialan atau keberuntungan mutlak.

Yang paling utama dalam membangun rumah tangga adalah niat yang ikhlas, kesiapan lahir dan batin, serta komitmen menjalankan kehidupan rumah tangga sesuai tuntunan syariat agar memperoleh keberkahan dari Allah SWT.


Berita Terkait


News Update