Kapan Waktu Terbaik Menikah Menurut Islam? Ini 5 Bulan yang Dianjurkan

Sabtu 04 Jul 2026, 11:41 WIB
Ilustrasi. Waktu terbaik menikah menurut Islam. (Sumber: Freepik/bristekjegor)
Ilustrasi. Waktu terbaik menikah menurut Islam. (Sumber: Freepik/bristekjegor)

Hadis tersebut menjadi dasar bahwa menikah di bulan Syawal merupakan amalan yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Puasa Arafah 2026 Tanggal Berapa? Ini Niat dan Keutamaannya

  1. Bulan Rajab

Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh karena memiliki keutamaan tersendiri.

Melangsungkan pernikahan di bulan Rajab dapat menjadi salah satu bentuk ibadah apabila diniatkan untuk meraih rida Allah SWT sekaligus membangun keluarga yang taat kepada-Nya.

  1. Bulan Rabiul Awal

Rabiul Awal dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang setiap tahunnya diperingati sebagai Maulid Nabi.

Selain memperbanyak selawat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, berzikir, dan menjalankan amalan sunnah lainnya, banyak umat Islam memilih melangsungkan akad nikah pada bulan ini sebagai bentuk meneladani nilai-nilai kehidupan Rasulullah SAW.

Baca Juga: Waktu Terbaik Ziarah Kubur Jelang Ramadhan Kapan? Inilah Penjelasan dan Tata Caranya

  1. Bulan Safar

Di sebagian masyarakat masih berkembang anggapan bahwa bulan Safar membawa kesialan sehingga dianggap kurang baik untuk menikah.

Padahal, keyakinan tersebut berasal dari tradisi masyarakat jahiliah sebelum datangnya Islam dan tidak memiliki dasar yang sah dalam Al-Qur'an maupun hadis.

Islam sendiri tidak mengenal larangan menikah pada bulan Safar. Karena itu, akad nikah tetap sah dan diperbolehkan dilaksanakan kapan pun selama memenuhi syarat dan rukun pernikahan.

  1. Bulan Muharram

Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus termasuk bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Di Indonesia, khususnya dalam budaya Jawa, Muharram sering disebut bulan Suro dan dikaitkan dengan berbagai pantangan, termasuk larangan menikah. Namun, keyakinan tersebut tidak memiliki landasan dalam syariat Islam.


Berita Terkait


News Update