POSKOTA.CO.ID - Penasehat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Umat Islam (PUI) KH Achmad Tjachja Nugraha mengajak seluruh masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat semangat perubahan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih tangguh, mandiri, dan berkeadaban.
Menurut dia, peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah menyimpan banyak pelajaran penting yang masih relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
"Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga transformasi menuju kehidupan yang lebih baik. Perubahan besar lahir dari keberanian menghadapi tantangan dengan iman, ilmu, dan kerja keras," ujar KH Achmad kepada Poskota.
Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, perkembangan teknologi yang semakin cepat, persoalan ketahanan pangan dan energi, hingga upaya menjaga persatuan bangsa.
Baca Juga: Pergantian Tahun Baru Islam Momentum Teguhkan Persatuan
Karena itu, ia menilai diperlukan semangat hijrah bersama yang diwujudkan dalam perubahan nyata di berbagai sektor kehidupan.
"Indonesia memerlukan hijrah kolektif, yaitu hijrah dari ketergantungan menuju kemandirian, dari budaya konsumtif menuju produktif, dari perpecahan menuju persatuan, dan dari korupsi menuju integritas," tegasnya.
Bangun SDM Unggul
KH Achmad menyebut salah satu pesan penting dari hijrah Rasulullah SAW adalah bagaimana membangun manusia yang unggul, baik dari sisi ilmu pengetahuan maupun karakter.
Menurutnya, Rasulullah SAW tidak hanya membangun Kota Madinah secara fisik, tetapi juga membangun masyarakat dengan fondasi akhlak dan nilai-nilai kemanusiaan.
Baca Juga: Kemenhub Batasi Angkutan Barang di Tol Japek Saat HUT RI dan Tahun Baru Islam
"Generasi muda Indonesia harus menjadi pelopor perubahan melalui pendidikan, inovasi, kewirausahaan, dan penguasaan teknologi," katanya.
