POSKOTA.CO.ID - Nasib mantan pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung Bo, terus menjadi sorotan setelah kegagalan Taeguk Warriors di Piala Dunia 2026.
Tidak hanya memilih mundur dari jabatannya, Hong juga menghadapi gelombang kemarahan publik yang berujung pada aksi boikot di sejumlah toko dan restoran di Korea Selatan.
Reaksi keras masyarakat muncul setelah Korea Selatan gagal melaju ke babak 32 besar (knockout) Piala Dunia 2026, hasil yang dinilai jauh dari ekspektasi publik maupun pemerintah.
Boikot Meluas, Toko hingga Restoran Tolak Layani Hong Myung Bo
Berdasarkan laporan media Belanda De Telegraaf dan sejumlah media Korea Selatan, foto-foto pengumuman yang melarang Hong Myung Bo memasuki berbagai toko hingga restoran ramai beredar di media sosial.
Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Dibuka, Hanya Blokir Kapal Musuh
Beberapa pemilik usaha bahkan secara terbuka memasang pemberitahuan di pintu masuk.
Salah satu tulisan yang viral berbunyi:
"Hong Myung Bo dilarang keras melangkahkan kaki ke dalam toko ini."
Sementara pengumuman lain di sebuah restoran bertuliskan:
"Kami tidak akan melayani Hong Myung Bo."
Aksi tersebut menjadi simbol kekecewaan sebagian masyarakat terhadap performa Timnas Korea Selatan selama turnamen. Laporan mengenai beredarnya pengumuman larangan tersebut juga diberitakan media Korea setelah fotonya viral di internet.
Hong Myung Bo Memilih Mundur dan Minim Berkomentar
Usai Korea Selatan tersingkir lebih awal dari Piala Dunia 2026, Hong Myung Bo memutuskan mengundurkan diri sebagai pelatih kepala.
Dalam konferensi pers yang dikutip media Korea, ia mengaku bertanggung jawab penuh atas hasil buruk tersebut. Namun saat ditanya lebih jauh mengenai penyebab kegagalan tim, Hong memilih memberikan jawaban singkat dan tidak banyak berkomentar kepada awak media.
Presiden Korea Selatan Perintahkan Investigasi Menyeluruh
Kekecewaan terhadap hasil Timnas Korea Selatan juga datang dari Presiden Lee Jae Myung.
Melalui pernyataan resminya, Lee meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kegagalan tim nasional.
Menurut Lee, besarnya dana publik yang digunakan untuk mendukung partisipasi Korea Selatan di Piala Dunia harus diiringi dengan evaluasi yang transparan dan akuntabel.
"Karena begitu banyak dana pajak masyarakat dan dukungan negara digunakan untuk mengikuti Piala Dunia, saya meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata melakukan investigasi menyeluruh atas insiden ini."
Ia juga menegaskan bahwa investigasi tersebut harus mencakup analisis penyebab kegagalan serta penyusunan langkah konkret agar situasi serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Gelombang Kritik Jadi Salah Satu yang Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Korea Selatan
Kegagalan Korea Selatan menembus fase gugur Piala Dunia 2026 memicu kritik besar terhadap federasi sepak bola dan proses penunjukan Hong Myung Bo sebagai pelatih.
Selain aksi boikot di berbagai tempat usaha, Hong sebelumnya juga dilaporkan menerima ancaman pembunuhan dan menjadi sasaran kemarahan publik di media sosial.
Situasi tersebut mendorong pemerintah untuk mengevaluasi sistem pembinaan serta tata kelola sepak bola nasional agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
