POSKOTA.CO.ID - Pemerintah menyiapkan anggaran pendidikan yang lebih besar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Nilainya mencapai Rp820,9 triliun, atau naik sekitar Rp100 triliun dibandingkan alokasi pendidikan pada 2026 sebesar Rp720,8 triliun.
Kenaikan sekitar 13,9 persen ini sekilas memberi harapan bagi sektor pendidikan. Namun, ada satu hal yang masih belum mendapat kepastian: kenaikan gaji guru.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebijakan tersebut belum masuk dalam rencana anggaran pemerintah untuk 2027. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Baca Juga: Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Dishub Imbau Hindari 4 Ruas Jalan Jakarta
Ketika ditanya mengenai peluang kenaikan gaji guru, Purbaya menjawab singkat, “Belum, belum, belum direncanakan.”
Pernyataan tersebut bukan berarti pemerintah menutup pintu sepenuhnya. Purbaya masih membuka kemungkinan adanya penambahan anggaran apabila kondisi keuangan negara memungkinkan dan kebutuhan kebijakan tersebut dianggap mendesak.
“Tapi bukan berarti enggak mungkin,” ujarnya.
Menurut Purbaya, pemerintah dapat melakukan penyesuaian anggaran di tengah perjalanan apabila terdapat ruang fiskal yang cukup.
“Kan bisa saja sambil berjalannya waktu nanti kalau memang pemerintah punya uang lebih dan emang dibutuhkan, kita bisa tambah juga,” kata dia.
Di sisi lain, peningkatan anggaran pendidikan 2027 tetap menunjukkan besarnya porsi belanja pemerintah untuk sektor pendidikan. Dana tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan tenaga pendidik, tetapi juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan dan memperbaiki fasilitas belajar.
Pemerintah menyiapkan Program Indonesia Pintar untuk 22,1 juta siswa dan KIP Kuliah bagi 1,1 juta mahasiswa. Selain itu, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) disiapkan untuk 54,2 juta siswa, sedangkan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD ditujukan kepada 6,3 juta peserta didik.
