Viral Video Aktivis Gaza Dipaksa Berlutut, Nasib 9 WNI Disorot

Kamis 21 Mei 2026, 15:46 WIB
Viral video aktivis Gaza dipaksa berlutut. (Sumber: X/@PecintaSejarah2)

Viral video aktivis Gaza dipaksa berlutut. (Sumber: X/@PecintaSejarah2)

POSKOTA.CO.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memicu sorotan internasional setelah militer Israel dikabarkan merilis video penahanan sejumlah aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF).

Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, para aktivis terlihat dipaksa berlutut dengan tangan terikat di bawah pengawalan ketat tentara Israel di Pelabuhan Ashdod.

Video tersebut menuai kecaman karena dianggap memperlihatkan tindakan tidak manusiawi terhadap relawan kemanusiaan yang tengah menjalankan misi bantuan menuju Gaza, Palestina.

9 WNI Ikut Dalam Misi Kemanusiaan

Ilustrasi. WNI ikut dalam misi kemanusiaan. (Sumber: Freepik/wirestock)

Diketahui, terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam rombongan Global Sumud Flotilla.

Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Normal, Siapkan Aturan Baru Batasi Kapal AS dan Israel

Mereka ikut berlayar di Laut Mediterania untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza sebelum akhirnya dihentikan dan ditangkap oleh militer Israel pada Senin, 18 Mei 2026.

Empat dari sembilan WNI tersebut disebut merupakan jurnalis dari sejumlah media besar di Indonesia. Hingga saat ini, kondisi mereka masih belum dapat dipastikan secara jelas oleh pemerintah Indonesia.

Kementerian Luar Negeri RI dilaporkan terus melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Yordania, Turki, dan Mesir, guna memperoleh akses informasi terkait keberadaan dan keselamatan para WNI tersebut.

Video Penganiayaan Aktivis Viral di Media Sosial

Video yang viral memperlihatkan beberapa aktivis berada dalam posisi berlutut dengan tangan terikat sambil dijaga ketat aparat bersenjata Israel.

Rekaman itu disebut diambil di kawasan Pelabuhan Ashdod setelah kapal bantuan kemanusiaan dicegat.

Publik internasional pun mempertanyakan perlakuan aparat Israel terhadap para relawan sipil yang terlibat dalam misi kemanusiaan untuk Gaza.


Berita Terkait


News Update