Penjualan Sapi Bali di Jakbar Turun hingga 30 Persen Jelang Iduladha 2026

Minggu 17 Mei 2026, 21:22 WIB
Kondisi salah satu peternakan Sapi Bali Kemanggisan di Jalan Kemanggisan Raya, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu, 17 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Kondisi salah satu peternakan Sapi Bali Kemanggisan di Jalan Kemanggisan Raya, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu, 17 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

PALMERAH, POSKOTA.CO.ID - Penjualan sapi kurban di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, mengalami penurunan menjelang momen Iduladha 2026. Salah satu penjual Sapi Bali di Jalan Kemanggisan Raya mengaku omzet penjualan tahun ini menurun hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemilik peternakan Sapi Bali Kemanggisan, Iwan, 55 tahun mengatakan penurunan mulai terasa menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya jumlah peserta patungan kurban di sejumlah masjid.

“Mayoritas konsumen kami itu DKM masjid yang biasa patungan sapi. Sekarang kelihatannya jumlah patungan menurun, bahkan ada yang turun sampai 30 sampai 40 persen,” kata Iwan saat ditemui pada Minggu, 17 Mei 2026.

Ia menjelaskan, biasanya satu kelompok di masjid mampu membeli hingga enam ekor sapi untuk kurban. Namun tahun ini jumlahnya berkurang drastis.

Baca Juga: Prabowo Pilih Sapi Jenis Brangus Milik Peternak Balaraja untuk Kurban Iduladha 2026 di Tigaraksa Tangerang

“Kalau biasanya ada yang motong sampai enam sapi, sekarang baru tiga sapi,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kerugian akibat penurunan permintaan, Iwan mengurangi jumlah sapi yang dijual pada tahun ini. Ia hanya menyediakan sekitar 72 ekor sapi, lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 90 ekor.

Saat ini, sapi yang tersisa di peternakannya hanya sekitar 14 ekor. Adapun harga Sapi Bali yang dijual dibanderol mulai Rp24 juta per ekor.

“Yang pertama memang antisipasi, terus memang ada pembatasan juga dari sananya,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan 900 Hewan Kurban, Pastikan Iduladha di Jakarta Tertib dan Ramah Lingkungan

Sapi Bali Tetap jadi Favorit untuk Hewan Kurban

Meski penjualan menurun, Iwan menyebut Sapi Bali masih menjadi pilihan favorit sejumlah Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk hewan kurban. Hal itu karena Sapi Bali dinilai memiliki kualitas daging yang lebih banyak dengan kandungan lemak lebih sedikit.


Berita Terkait


News Update