POSKOTA.CO.ID - “Sikap empati perlu digerakan tak hanya di kalangan elite politik dan pejabat publik dengan keteladanan aksi yang diberikan, juga digelorakan dalam kehidupan bermasyarakat. Lebih luas lagi dalam berbangsa dan bernegara," kata Harmoko.
Kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja, jika tidak disebut krisis, turut berdampak kepada kondisi nasional negeri kita. Tak hanya menyangkut ekonomi dan perdagangan, juga ditengarai berimbas kepada melemahnya etika publik dan menurunnya penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Sementara tingginya penghargaan terhadap nilai-nlai kemanusian dapat mencegah konflk sosial, membangun harmoni dan kolaborasi, memperkuat solidaritas dan kebersamaan.
Dapat dikatakan nilai–nilai kemanusiaan merupakan kekuatan sosial dalam membangun negeri, mendorong terwujudnya keadilan sosial dan kemakmuran bersama. Cukup beralasan, jika para pendiri negeri sejak awal menempatkan kemanusiaan yang adil dan beradab pada sila kedua falsafah bangsa kita.
Baca Juga: Kopi Pagi: Peduli Nelayan
Nilai-nilai kemanusiaan (human values) tak hanya perlu diupdate dengan situasi kekinian, tetapi yang lebih utama diamalkan karena semakin menjadi relevan untuk situasi sekarang, di mana masih banyak warga yang semakin terpinggirkan secara sosial dan ekonomi.
Mereka terpinggirkan bukan karena sedang diisolasi, tetapi beban hidup yang semakin meninggi. Meski kita tidak memungkiri berbagai program unggulan sedang digencarkan untuk melindungi warganya yang selama ini terpinggirkan karena beban sosial ekonomi.
Tentu program pengentasan kemiskinan, pemerataan pendapatan dan upaya mengatasi kesenjangan dengan tujuan akhir keadilan dan kemakmuran, memerlukan keterlibatan semua elemen bangsa.
Partisipasi aktif publik perlu dibangun dengan mengedepankan kejujuran dan keterbukaan, menghargai perbedaan, termasuk penghargaan terhadap nilai–nilai kemanusiaan.
Baca Juga: Kopi Pagi: Lebaran Politik
Nilai kemanusian sejatinya bentuk empati dan kepedulian yang melekat pada diri masing-masing individu kepada lingkungan sekitarnya. Bagi elite dan pejabat publik, tentu empati kepada rakyatnya, tak hanya melalui kebijakan yang digulirkan, juga ucapan dan perbuatan yang dipertontonkan di depan publik.
