“Yang terpenting jangan sampai reaksi publik yang sudah didapat lantas diabaikan, dicuekin begitu saja. Kita patut memahami respons publik adalah sisi lain dari aspirasi rakyat yang harus diperhatikan dan diperjuangkan, jika tidak yang mencuat kemudian adalah kekecewaan,” kata Harmoko.
Mengiringi perjalanan tahun 2026 ini, dukungan politik menuju pemilu 2029 mulai digulirkan. Setidaknya dua parpol sudah secara resmi memberikan dukungan kepada figur bakal capres mendatang.
Partai Gema Bangsa secara resmi telah mendeklarasikan diri sebagai partai politik (parpol) baru yang siap mengikuti kontestasi demokrasi nasional. Sekaligus secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029.
Selang sehari deklarasi Partai Gema Bangsa, esoknya, Minggu, 18 Januari 2026, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan bahwa tahun 2026 ini akan menjadi partai politik dan akan mengusung Anies Baswedan menjadi Presiden.
Baca Juga: Kopi Pagi: Ubah yang Susah jadi Mudah
Meski kita tahu dukungan politik itu bersifat dinamis, tetapi pernyataan terbuka itu bagian dari dinamika politik yang patut dicermati, setidaknya membaca sinyal dukungan, selain kandidat yang bakal ditampilkan meramaikan kontestasi pilpres.
Pertanyaannya, apakah tidak terlalu dini? Jawabnya tidak karena politik itu penuh dinamika, terlebih dalam penyiapan calon pemimpin bangsa harus dilakukan sejak lama agar rakyat sejak awal dapat mengetahui rekam jejaknya, akseptabilitasnya, kapabilitasnya dan integritasnya.
Dapat lebih leluasa menilai prestasinya, karya nyatanya bagi kemajuan bangsa, kepeduliannya terhadap rakyat, bukan segelintir rakyat, apalagi sekelompok elite. Menyiapkan calon pemimpin bangsa tidaklah uju-ujug, tidak pula secara instan dan jalur titipan.
Bahwa ‘jagonya’ dimunculkan secara ujug-ujug, bahkan saat injury time, itu adalah strategi – sebut saja membuat publik terperangah karena yang dideklarasikan bukanlah tokoh abal-abal, namun memiliki kompetensi tinggi membangun negeri. Itulah mengapa politik sering disebut pula penuh dengan kejutan dengan beragam strategi yang digulirkan.
Baca Juga: Kopi Pagi: Kemandirian Parpol Mendesak
Dalam dunia politik dikenal istilah “trial ballon” – tes reaksi, balon percobaan, test the water – tes ombak atau cek ombak. Beda kata dan makna, tetapi dalam lingkup yang sama merujuk kepada strategi komunikasi politik. Tujuannya mengukur sejauh mana isu yang dilempar menjadi perbincangan publik dan mempengaruhi opini umum.
