Kopi Pagi: Peduli Nelayan

Senin 06 Apr 2026, 10:00 WIB
Kopi Pagi edisi hari ini, Senin, 6 April 2026. (Sumber: Poskota)

Kopi Pagi edisi hari ini, Senin, 6 April 2026. (Sumber: Poskota)

POSKOTA.CO.ID - “Nelayan, sebagaimana halnya petani adalah pahlawan negeri. Petani tiada henti menyediakan bahan makanan pokok bagi ratusan juta penduduk Indonesia, sementara nelayan menyiapkan pangan hasil laut untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat kita, meski risiko selalu menghantuinya," kata Harmoko.

Deburan ombak dan hempasan angin menjadi saksi perjuangan para nelayan kecil di pesisir utara Indramayu yang setiap harinya menantang maut demi menafkahi keluarganya. Mereka mencari ikan di tengah ombak dan cuaca yang tak bisa ditebak. Di balik keberanian, tersimpan risiko besar-badai, cuaca ekstrem, dan kecelakaan laut bisa datang kapan saja.

Itulah gambaran umum para nelayan tak hanya di Indramayu, juga di pesisir pantai seluruh Indonesia. Mereka pekerja tangguh bukan hanya bagi keluarganya, juga tulang punggung ketahanan pangan laut negara kita.

Pertanyaannya kemudian, apakah jutaan nelayan negeri kita, puluhan juta komunitas keluarga nelayan sudah mendapatkan kepeduliaan dari kita semua? Jawabnya tentu beragam. Tetapi data menyebutkan, mereka sangat memerlukan keberpihakan negara untuk meningkatkan harkat dan martabatnya, taraf hidupnya. Mengingat sebagian besar nelayan masih hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit, jika tak disebut di bawah garis kemiskinan.

Baca Juga: Kopi Pagi: Lebaran Politik

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan jumlah nelayan hingga 2024 sebanyak 3.228.209 orang, hanya sekitar satu persen dari total tenaga kerja.

Warga yang menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan ikan – disebut sebagai komunitas keluarga nelayan bisa mencapai puluhan juta jiwa itu acap terbelenggu “sistem ijon” dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kepedulian negara kepada nelayan sejatinya sudah dilakukan sejak 1961 dengan ditetapkannya setiap Hari Nelayan Nasional pada 6 April.

Ini didasari kenyataan bahwa nelayan punya peran besar sebagai penyedia protein nasional, di mana 54 persen asupan protein nasional melalui produk ikan dan hasil laut lainnya. Nelayan juga berperan menjadi penggerak perekonomian masyarakat pesisir, selain sebagai penjaga kedaulatan pangan dan laut nasional.

Baca Juga: Kopi Pagi: Pembinaan Karakter Pejabat

Kontribusi mereka sangat vital dalam menyediakan pangan sehat bagi masyarakat serta menyehatkan perekonomian rakyat pesisir. Namun, sebagian besar nelayan itu sendiri belum sehat secara ekonomi.


Berita Terkait


undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Cek Ombak 2029

Kamis 22 Jan 2026, 08:28 WIB
undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Hadirkan Rasa Malu

Kamis 29 Jan 2026, 08:23 WIB
undefined
Kopi Pagi

Kopi Pagi: Selaraskan Ambang Batas

Senin 02 Feb 2026, 06:27 WIB

News Update