“Kalau saya beda. Untuk mencegah korupsi harus dilakukan perbaikan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Mulai dari penataan kelembagaan, penyelenggaraan, pengaturan dan persyaratan kontestasi serta pesertanya hingga hasil pemilu,” kata Heri.
“Itu bicara yang ideal. Sebelum sampai ke sana, jalankan solusi yang bisa dijalankan. Jangan menunggu yang ideal baru menjalankan solusi, sementara politik uang kian mewabah,” jelas mas Bro.
“Masuk logika juga. Transaksi politik, praktik jual beli suara selama ini sering dilakukan dengan menyebar uang pakai amplop berlogo atau bergambar kontestan. Bisa juga amplop putih polos, tapi sudah tahu sama tahu, siapa yang memberikan uang tersebut,” kata Yudi.
“Dengan pembatasan uang tunai, akan semakin sulit menebar uang secara langsung, kecuali melalui transfer. Nah, transaksi melalui perbankan ini kan dengan mudah bisa dilacak. Dengan begitu, diharapkan akan mengurangi transaksi jual beli suara karena tak bisa lagi memenuhi tuntutan, cash and carry,” ujar mas Bro.
“Tapi, ibarat pepatah banyak jalan menuju Roma.Tak bisa tunai, tak bisa transfer karena takut terlacak, masih ada jalan tersembunyi. Kalau mau curang, melanggar segala cara akan dilakukan,” kata Heri.
“Jadi poin pentingnya adalah niat baik ikut kontestasi. Mau menang dengan cara curang, atau bermartabat. Itu kembali ke masing masing kandidat,” ujar mas Bro mengakhiri obrolan warteg hari ini.
