KAI Pastikan Biaya Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Ditanggung Penuh

Selasa 28 Apr 2026, 12:35 WIB
PT KAI menjamin biaya korban tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Sebanyak 14 orang meninggal dan puluhan luka kini dirawat di berbagai rumah sakit di Bekasi. (Sumber: X/@fahminii)

PT KAI menjamin biaya korban tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Sebanyak 14 orang meninggal dan puluhan luka kini dirawat di berbagai rumah sakit di Bekasi. (Sumber: X/@fahminii)

POSKOTA.CO.ID - Insiden tabrakan antara KRL Bekasi dan KA Argo Bromo Anggrek kembali mengguncang dunia transportasi perkeretaapian di Indonesia. Peristiwa tragis ini menyebabkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) bergerak cepat merespons kejadian tersebut dengan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal.

Baik korban luka maupun yang meninggal dunia dijamin memperoleh perlindungan penuh, termasuk pembiayaan yang ditanggung bersama pihak asuransi.

Di tengah proses evakuasi dan penanganan yang masih berlangsung, KAI juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para korban dan keluarga terdampak. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh proses berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Baca Juga: Update Korban Kecelakaan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi: 14 Tewas, 84 Luka

KAI Pastikan Penanganan Korban Secara Menyeluruh

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh korban dalam insiden tabrakan kereta mendapatkan jaminan penanganan penuh, baik bagi korban luka maupun yang meninggal dunia.

Seluruh biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal disebut ditanggung oleh pihak asuransi bersama KAI. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.

Data Korban dan Penanganan Medis

Sementara itu, dari penumpang KRL, tercatat tujuh orang meninggal dunia dan 80 lainnya mengalami luka-luka. Para korban kini telah mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

KAI juga menegaskan komitmennya dalam memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga terdampak. Termasuk memastikan proses penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Berawal dari Taksi Tertemper

Proses Evakuasi Berlangsung Lama

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, dibutuhkan waktu lama untuk proses evakuasi.

"Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena terdapat korban yang masih hidup dan membutuhkan penanganan secara hati-hati. Tim medis, Basarnas, serta tim KAI terus berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan terbaik kepada seluruh korban," kata Anne dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.

Posko Informasi dan Dampak Operasional

Untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi, KAI telah membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur. Posko ini difungsikan sebagai pusat layanan informasi terkait data penumpang.

Akibat kejadian tersebut, operasional di Stasiun Bekasi Timur untuk sementara dihentikan. Layanan KRL juga dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.

Baca Juga: Taksi Green SM Beri Pernyataan Usai Menjadi Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur

KAI Sampaikan Duka dan Permohonan Maaf

Di akhir pernyataannya, Anne menyampaikan belasungkawa sekaligus permohonan maaf kepada para pelanggan atas peristiwa yang terjadi.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.


Berita Terkait


News Update