"Ternyata ini taksi ini sudah punya 3 kasus serupa yah temen-temen yaitu tertabrak Kereta Api karena gak sabaran sopirnya," kata seorang warganet.
"Taksi itu emang nir empati, saya ditabrak tanggal 1 April bahkan sampe sekarang gak ada tanggung jawab dan permintaan maaf," ujar warganet lainnya.
Pernyataan Resmi Green SM

Menanggapi insiden yang sedang ramai dibicarakan oleh publik, pihak manajemen Green SM Indonesia akhirnya buka suara.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, pihak Green SM Indonesia menyatakan telah menyampaikan informasi yang dibutuhkan kepada pihak berwenang.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Berawal dari Taksi Tertemper
Mereka juga menegaskan akan bersikap kooperatif dan mendukung penuh proses investigasi terkait kecelakaan yang melibatkan salah satu unit armadanya.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis Instagram Green SM.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," lanjutnya,
Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL Commuter Line
Sebagai informasi, Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Stasiun Gambir-Surabaya Pasarturi menabrak KRL Commuter Line yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi.
Insiden tersebut bahkan membuat bagian depan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek masuk ke dalam bagian gerbong belakang KRL Commuter Line.
Berdasarkan data terbaru, kejadian ini setidaknya sudah menewaskan 7 orang dan menyebabkan 81 orang mengalami luka-luka.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga saat ini masih terus melakukan evakuasi bersama sejumlah pihak di lapangan akibat insiden kecelakaan maut ini.
