POSKOTA.CO.ID - Kasus penggelapan dana yang menyeret mantan karyawan Fujianti Utami Putri atau Fuji ternyata meninggalkan luka yang tidak hanya bersifat materi, tetapi juga berdampak serius pada kondisi psikologisnya.
Selebgram dan konten kreator tersebut mengaku sempat mengalami tekanan mental yang cukup berat hingga merasa depresi.
Dalam keterangannya, Fuji mengungkap bahwa proses hukum yang berjalan membuat kondisi emosionalnya sempat terguncang.
Bahkan, ia pernah mempertimbangkan untuk kembali berkonsultasi dengan psikiater demi memulihkan kesehatan mentalnya.
Baca Juga: Fakta atau Hoaks? Isu Kedekatan Feby Belinda dengan Yoyo Padi Jadi Sorotan
Sempat Terpuruk dan Hampir Hubungi Psikiater

Fuji blak-blakan mengakui bahwa kasus ini membuat mentalnya terpukul. Rasa kecewa yang mendalam, terutama karena pelaku merupakan sosok yang sebelumnya ia percaya, menjadi beban tersendiri.
“Wah kena mental banget saya. Saya sampai mau menghubungi psikiater lagi, tapi nggak jadi. Untung teman-teman saya lagi solid banget waktu itu,” ujar Fuji saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin, 20 April 2026.
Menurut Fuji, dukungan dari sahabat-sahabat terdekat menjadi faktor penting yang membantunya tetap kuat menghadapi situasi sulit tersebut.
Lingkungan pertemanan yang positif membuatnya mampu bangkit dari keterpurukan.
Baca Juga: Merasa Difitnah Soal 750 Dapur MBG, Uya Kuya Lapor Polisi
Dugaan Pelanggaran Privasi Bikin Trauma
Tak hanya persoalan penggelapan dana, Fuji juga mengungkap adanya dugaan pelanggaran privasi yang semakin memperparah kondisi mentalnya.
