JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau berpotensi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut mulai ditandai dengan suhu terasa lebih panas dalam beberapa waktu terakhir di berbagai daerah.
Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani menyampaikan, musim kemarau terjadi bertahap pada April-Juni 2026.
"Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April (114 ZOM; 16,3 persen), Mei (184 ZOM; 26,3 persen), dan Juni 2026 (163 ZOM; 23,3 persen) diawali dari wilayah Nusa Tenggara kemudian secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya," kata Ida kepada Poskota, Sabtu, 14 Maret 2026.
Baca Juga: Dinkes Jakarta Ingatkan Warga Risiko Dehidrasi hingga Heatstroke saat Panas Terik
Sementara itu, ia mengatakan, beberapa wilayah di Pulau Jawa sudah mulai memasuki periode awal musim kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan pola cuaca di sejumlah daerah didominasi langit cerah hingga berawan tebal.
"Pada saat ini, musim kemarau sudah memasuki beberapa wilayah di Pulau Jawa, sehingga pola cuaca didominasi kondisi cerah hingga berawan tebal, namun masih terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa daerah," ujarnya.
Ida menjelaskan, kondisi udara yang terasa lebih panas belakangan ini juga dipengaruhi beberapa faktor meteorologis, satu di antaranya intensitas penyinaran matahari yang cukup kuat pada siang hari.
"Kondisi udara yang terasa lebih panas belakangan ini umumnya dipengaruhi oleh penyinaran matahari yang cukup kuat, tutupan awan pada siang hari yang tidak merata, serta karakteristik masa peralihan musim," ucapnya.
Baca Juga: Warga Keluhkan Panas Terik di Tengah Puasa, Antisipasi Pakai Sunscreen hingga Topi
Pada masa transisi atau pancaroba, pola cuaca biasanya ditandai dengan kondisi panas terik pada pagi hingga siang hari, tetapi masih berpotensi terjadi hujan lokal pada sore atau malam hari.
"Cuaca pada pagi hingga siang hari cenderung lebih terik, namun pada sore atau malam hari masih berpotensi terjadi hujan lokal," pungkasnya. (cr-4)
