Sementara itu, penjualan mobil nasional juga tumbuh dua digit yakni sebesar 12 persen. Pemerintah menilai kondisi ini mencerminkan daya beli masyarakat yang masih kuat.
Purbaya juga menepis anggapan bahwa konsumsi masyarakat sedang melemah. Hal ini terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen yang tetap berada di atas level 100, yang menandakan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih tinggi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Menkeu Purbaya Siapkan Skenario Kenaikan BBM Subsidi
Kinerja APBN Awal 2026 Tumbuh Positif
Dari sisi realisasi anggaran, kinerja APBN hingga akhir Februari 2026 menunjukkan tren yang positif. Pendapatan negara tercatat mencapai Rp358 triliun atau sekitar 11,4 persen dari target tahunan. Angka tersebut tumbuh 12,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penerimaan pajak bahkan mengalami peningkatan signifikan dengan pertumbuhan mencapai 30,4 persen secara tahunan. Di sisi lain, belanja negara telah mencapai Rp493,8 triliun atau sekitar 12,8 persen dari total pagu anggaran.
Realisasi ini meningkat tajam sebesar 41,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sejak awal tahun.
Meski belanja meningkat, defisit APBN masih berada dalam batas yang aman yakni sebesar Rp135,7 triliun atau sekitar 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Jadi secara keseluruhan kombinasi pendapatan negara yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi untuk mendorong ekonomi, serta defisit yang tetap terkendali, menunjukkan bahwa APBN terus berperan optimal sebagai instrumen stabilisasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," tutup sang Bendahara Negara.
