Ancaman Blokade Selat Hormuz: Ekonomi Global Terancam Gegara Penolakan Iran

Rabu 11 Mar 2026, 19:29 WIB
Ancaman blokade Selat Hormuz: ekonomi global terancam gegara penolakan Iran. (Sumber: X/@SprinterPress)

Ancaman blokade Selat Hormuz: ekonomi global terancam gegara penolakan Iran. (Sumber: X/@SprinterPress)

Di kubu lawan, Presiden AS Donald Trump kembali menunjukkan gaya agresifnya.

Dalam postingan di Truth Social, Trump memperingatkan Iran agar tidak mengganggu lalu lintas minyak di Selat Hormuz.

"Jika Iran menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam Amerika Serikat DUA PULUH KALI lebih keras daripada sebelumnya! Death, fire, and fury akan menimpa mereka," ancam Trump.

Pernyataan ini disampaikan saat harga minyak dunia melonjak tajam akibat ketegangan, dengan pasar global mulai gelisah.

Baca Juga: Arti Bendera Merah yang Dikibarkan di Masjid Jamkaran Iran Apa? Ini Makna dan Pesannya usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Trump menyebut operasi militer saat ini sebagai "ekspedisi jangka pendek" dan mengklaim AS telah unggul dalam banyak aspek.

Selat Hormuz Terancam, Ekonomi Global di Ujung Tanduk

Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, kini menjadi titik panas. Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran bersumpah tidak akan membiarkan satu tetes minyak pun keluar selama agresi AS-Israel berlanjut.

Akibatnya, kapal tanker terpaksa mengambil rute memutar, sementara jalur alternatif seperti pipa Saudi Aramco hanya mampu menangani sebagian kecil volume.

CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, menyatakan kekhawatiran serius.

"Situasi ini memblokir volume minyak besar. Jika berlanjut, dampaknya terhadap ekonomi global akan sangat parah, terutama lonjakan harga bensin dan avtur," kata Nasser.

Di tengah puasa Ramadan yang membawa dimensi spiritual bagi Iran, dan ancaman balasan masif dari Trump, dunia menahan napas.

Ketegangan antara dua kekuatan besar ini menempatkan stabilitas energi global di ambang kehancuran, sementara harapan damai semakin memudar.


Berita Terkait


News Update