“Ada yang syahadat setelah Zuhur, tapi dia tetap di masjid sampai selesai Isya karena ingin belajar lagi. Bahkan besoknya datang kembali,” kata Hans.
Rumah Baru
Setelah memeluk Islam, para mualaf tidak dibiarkan berjalan sendiri. Hans berusaha mempertemukan mereka dengan komunitas Muslim asal Tiongkok yang sudah lebih lama tinggal di Indonesia.
Sebagian berasal dari kelompok etnis Muslim seperti Uyghur, Hui, Salar, hingga Bao’an. Pertemuan biasanya berlangsung dalam suasana santai—makan Bersama atau minum kopi. Dari percakapan ringan itu, diskusi sering berkembang ke berbagai topik, mulai dari agama hingga peluang usaha halal.
“Kami ajak makan atau ngopi supaya mereka punya teman yang bahasanya sama. Dari situ mereka belajar Islam dengan lebih nyaman,” ujarnya.
Tak jarang pula obrolan tersebut melahirkan ide usaha baru bagi para mualaf, terutama bagi mereka yang sebelumnya bekerja di sektor yang tidak sesuai dengan prinsip syariat.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Masjid Tertua di Jakarta yang Penuh Kisah
Buka Pintu bagi Pencari Kebenaran
Bagi Hans dan para pengurus Masjid Lautze, tugas Utama mereka sederhana: membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin mengenal Islam.
Ia menyadari perjalanan iman setiap orang berbeda. Ada yang istiqamah, ada pula yang kembali menghadapi berbagai tantangan Ketika pulang ke negaranya. Namun bagi Hans, hal terpenting adalah menyampaikan ajaran Islam dengan benar.
“Masalah mereka istiqamah atau tidak setelah pulang ke negaranya, itu urusan Allah. Yang penting kita sudah menyampaikan dan membantu mereka memahami Islam," ujarnya.
Melalui aktivitas dakwah di Masjid Lautze, ia berharap semakin banyak Muslim yang menguasai bahasa asing sehingga dapat menjangkau para pencari kebenaran dari berbagai negara.
Baca Juga: JK hingga Hasto Hadiri Shalat Jenazah Try Sutrisno di Masjid Sunda Kelapa
“Masalahnya tinggal kita siap jemput bola atau tidak. Mereka datang dari tempat yang tidak pernah dengar azan, lalu sampai di negeri yang lima kali sehari terdengar azan. Itu semua atas izin Allah,” pungkasnya.
