Safari Ramadhan di Masjid Tionghoa, Rano Tekankan Kerukunan dalam Perbedaan

Sabtu 21 Feb 2026, 21:52 WIB
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno melaksanakan Safari Ramadhan 1447 H perdana di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Februari 2026.

Selain menjadi ajang menyerap aspirasi, kunjungan ke masjid yang dikelola Yayasan Haji Karim Oei itu bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

Rano menyampaikan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat selama Ramadhan bukan sekadar formalitas, tetapi upaya memperkuat kohesi sosial.

“Safari Ramadan dilakukan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, meningkatkan syiar Islam, serta menyerap aspirasi warga secara langsung,” kata Rano di masjid buatan keturunan Tionghoa, Sabtu, 21 Februari 2026.

Baca Juga: Setahun Pramono-Rano Pimpin Jakarta, DPRD Dorong Penanganan Banjir hingga Macet

Ia berharap, masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan toleransi antarumat beragama selama Ramadhan.

"Di situlah terlihat kolaborasi dalam keberagaman masyarakat Jakarta yang sejak kecil telah dididik seperti itu. Mudah-mudahan Ramadhan kali ini membawa berkah bagi Jakarta,” tuturnya.

Sementara itu, ia turut memberikan penghormatan khusus kepada sosok Haji Karim Oei yang namanya diabadikan sebagai nama yayasan pengelola masjid tersebut.

Menurutnya, Karim Oei merupakan teladan bagi warga Jakarta dalam hal integritas dan nasionalisme.

Baca Juga: Setahun Kepemimpinan Pramono-Rano, Masalah Banjir hingga Macet Masih Membayangi Jakarta

“Haji Karim Oei dikenal sebagai sosok three in one. Beliau adalah pebisnis sukses, pejuang nasional yang gigih melawan kolonial, serta tokoh agama yang tawadhu setelah menjadi mualaf. Semangat inklusivitas beliau harus tetap hidup di masjid ini," katanya.


Berita Terkait


News Update