KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah mengusut penyebab kecelakaan maut yang melibatkan taksi, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur.
Hingga saat ini proses penyidikan masih berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
“Penyidikan masih berjalan dan kami berkoordinasi dengan KAI serta KNKT. Saat ini penyidik mendalami rangkaian peristiwa secara menyeluruh,” ujar Budi kepada awak media, Rabu, 29 April 2026.
Menurut Budi, penyelidikan difokuskan pada dua kemungkinan utama, yakni faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem. Semua aspek akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, serta hasil olah tempat kejadian perkara.
Baca Juga: Pelayanan Terpadu Malam Hari di Jakarta Barat, 59 Warga Mengadu Terkait Persoalan Sosial
Peristiwa tragis ini bermula ketika sebuah taksi online mengalami mogok di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur.
Kendaraan tersebut menghalangi jalur kereta hingga membuat KRL terhenti. Tak berselang lama, KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi menabrak rangkaian KRL dari arah belakang.
Akibatnya, benturan keras pun tidak dapat dihindari dan menimbulkan banyak korban. Data terbaru mencatat total korban mencapai 106 orang.
Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, sementara korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.
Baca Juga: Hilang Kendali di BKT, Pengendara Tercebur dan Ditemukan Meninggal
Korban terakhir yang meninggal diketahui bernama Mia Citra, 25 tahun, yang sempat dirawat di RSUD Kota Bekasi.
