TAMANSARI, POSKOTA.CO.ID - Masyarakat Tionghoa setiap tahun merayakan Imlek dengan bersukacita, bergembira serta menjaga tradisi. Di Indonesia, perayaan Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Berdasarkan Chinese New Year, tahun 2026 ini ditandai sebagai tahun Kuda Api. Secara filosofis kuda merepresentasikan kebebasan, energi dan pergerakan. Sedangkan api melambangkan gairah, kreativitas, dan transformasi.
Tokoh masyarakat Tionghoa, Shirley Wijaya menjelaskan terkait makna perayaan Imlek bagi masyarakat Tionghoa yakni membawa harapan baru menjadi lebih baik.
"Makna perayaan Imlek bagi masyarakat Tionghoa adalah masyarakat bergembira bersuka cita atas pergantian energi langit dan bumi yang membawa harapan menjadi lebih baik," kata Shirley kepada Poskota, Rabu, 4 Februari 2026.
Wanita yang juga Ketua Yayasan Vihara Dharma Bakti (Kim Tek Yan) di Kecamatan Tamansari ini mengatakan, tradisi yang selalu dijaga masyarakat Tionghoa saat Tahun Baru Imlek yaitu silaturahmi dan saling mendoakan.
"Tradisi yang masih dijaga adalah setiap perayaan Imlek saling berkunjung berbagi kegembiraan memberi selamat saling mendoakan yang terbaik dan menghormati leluhur," ucapnya.
Menurut Shirley, kawasan Pecinan Glodok merupakan kawasan yang perlu dijaga dan dilestarikan. Sebab menurutnya, Pecinan Glodok merupakan simbol keberagaman etnis dan budaya.
"Wilayah Petak Sembilan identik dengan kawasan pecinan Glodok sehingga masyarakat saling menjaga agar budaya Tionghoa tetap terjaga," tuturnya.
