POSKOTA.CO.ID - Bulan Ramadan menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Selama menjalani puasa, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar tetap bertenaga dan tidak mudah lemas.
Salah satu makanan khas yang hampir selalu hadir saat Ramadan adalah kolang kaling. Bahan makanan ini sering ditemukan dalam berbagai hidangan takjil seperti kolak, es buah, hingga manisan segar.
Di balik rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal, kolang kaling ternyata menyimpan berbagai manfaat kesehatan, terutama untuk membantu tubuh tetap bugar selama menjalani puasa.
Mengenal Kolang Kaling dan Asalnya
Kolang kaling merupakan biji buah aren yang telah direbus dan diolah hingga memiliki tekstur kenyal. Biji ini berasal dari pohon aren (Arenga pinnata), tanaman tropis yang banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Proses pengolahan kolang kaling cukup panjang. Biji aren harus direbus terlebih dahulu, kemudian direndam selama beberapa hari untuk menghilangkan getah dan rasa pahitnya. Setelah itu, biji akan berubah menjadi bahan makanan berwarna putih bening dengan tekstur khas.
Karena rasanya yang netral, kolang kaling mudah dipadukan dengan berbagai bahan makanan lain, seperti gula aren, santan, hingga buah segar. Tak heran jika bahan ini menjadi salah satu menu favorit untuk berbuka puasa.
Makanan dengan kandungan air dan serat yang cukup dapat membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan selama Ramadan.
5 Manfaat Kolang Kaling untuk Tubuh Saat Puasa
Berikut sejumlah manfaat kolang kaling yang bisa membantu menjaga kesehatan tubuh selama menjalani ibadah puasa yang dilansir dari halodoc
1. Membantu Mencegah Dehidrasi
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Kondisi ini membuat risiko dehidrasi meningkat, terutama jika aktivitas harian cukup padat atau cuaca sedang panas.
Kolang kaling memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Kandungan ini membantu tubuh menggantikan cairan yang hilang setelah seharian berpuasa.
