Hanyut dari Sungai Ciliwung, Bocah 11 Tahun Ditemukan Tidak Bernyawa di Muara Angke

Kamis 23 Apr 2026, 19:12 WIB
Remaja 11 tahun hanyut di Sungai Ciliwung, ditemukan tewas di perairan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis, 23 April 2026. (Sumber: Dok. Tim SAR)

Remaja 11 tahun hanyut di Sungai Ciliwung, ditemukan tewas di perairan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis, 23 April 2026. (Sumber: Dok. Tim SAR)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Upaya pencarian seorang anak bernama Al-Ghazali, 11 tahun, di Sungai Ciliwung, Jalan Tanah Rendah RT 10 RW 08, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan menemukan korban di Muara Angke, Jakarta Utara dalam kondisi tewas, Kamis, 23 April 2026. Anak malang tersebut dilaporkan hayut, Selasa, 21 April 2026.

“Personel Basarnas bersama Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis, 23 April 2026. Korban sebelumnya dilaporkan hanyut pada Selasa, 21 April 2026,” kata Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, Kamis, 23 April 2026.

Menurut Desiana, pencarian sudah dilakukan sejak hari pertama kejadian dengan melibatkan personel Basarnas, Polairud, serta unsur relawan lainnya. Lokasi penemuan tersebut berjarak cukup jauh dari titik awal korban dilaporkan hanyut, menunjukkan kuatnya arus Sungai Ciliwung yang membawa korban hingga ke hilir.

“Setelah dilakukan pencarian intensif sejak pagi hari, jasad korban ditemukan setelah mendapatkan informasi dari Polairud Polda Metro Jaya terkait penemuan jasad pada pukul 08.20 WIB di wilayah perairan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara,” ujarnya.

Baca Juga: WNA Inggris Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kantor Imigrasi Depok

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh tim SAR pada pukul 09.30 WIB dan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk keperluan visum. Sebelumnya, tim telah melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang aliran Sungai Ciliwung, serta pengamatan visual melalui jalur darat hingga radius 13 kilometer dari lokasi kejadian.

“Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras dalam upaya pencarian ini,” ucap Desiana.

Ia mengingatkan bahaya arus sungai, terutama saat kondisi debit air tinggi. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi anak-anak yang beraktivitas di sekitar aliran sungai.


Berita Terkait


News Update