Kini, bangunannya telah diperluas dengan dominasi interior marmer hijau dan mampu menampung hingga 2.000 jemaah.
- Masjid Jami Al-Barkah
Berdiri sejak 1818 di Kemang Utara, Jakarta Selatan, masjid ini didirikan oleh Guru Sinin yang diyakini berasal dari Banten.
Di bagian belakang bangunan terdapat makam pendirinya yang wafat pada 1920.
Awalnya dibangun sederhana dari batang kelapa dan atap rumbia, kini masjid tampil lebih modern dengan dominasi warna putih dan hijau.
- Masjid Al Alam Cilincing
Masjid ini diyakini masyarakat sekitar telah berdiri sejak abad ke-17 dan sering disebut sebagai salah satu yang tertua di Jakarta.
Baca Juga: Wali Kota Depok Resmikan 15 Posyandu di Kecamatan Sukmajaya
Bangunannya sederhana tanpa plafon, dengan atap limas bertumpang dua dan lapisan anyaman bambu di bagian dalam.
Lokasinya mudah dijangkau dan memiliki area parkir luas, sehingga cocok untuk wisata religi akhir pekan.
Jejak Perkembangan Islam di Ibu Kota
Keberadaan masjid-masjid tertua di Jakarta bukan sekadar tempat ibadah, melainkan bukti perjalanan panjang sejarah Islam di Nusantara.
Perpaduan arsitektur dari berbagai budaya menunjukkan bahwa Jakarta sejak dulu menjadi titik temu peradaban.
Mengunjungi destinasi ini dapat menjadi alternatif wisata religi yang sarat nilai edukasi dan spiritual, sekaligus mengenal sisi lain Jakarta yang kaya sejarah.
