Lahan Kumuh jadi Kebun Hijau, Cerita Agus Dirikan Urban Farming di Kolong Tol Becakayu

Rabu 04 Mar 2026, 06:03 WIB
Petugas PPSU Agus Suprihatin menyirami lahan pertanian di Kolong Tol RW 13 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Selasa, 3 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Petugas PPSU Agus Suprihatin menyirami lahan pertanian di Kolong Tol RW 13 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Selasa, 3 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Hasil panen dari kebun tersebut tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga melibatkan warga dan kader PKK. Panen raya bahkan digelar hingga tingkat kecamatan dan kota.

“Kita juga udah dirangkul sama Dinas KPKP DKI Jakarta yang sudah banyak membantu hibrida, pupuk,” ujarnya.

Dalam satu kali panen besar, Agus menyebut hasil sawi bisa mencapai 60 kilogram.

“Bulan yang lalu kita sempat panen lumayan besar, sampai dapat 60 kilo itu sawi. 60 kilo, 40 kilo, ya lumayan lah. Bulan-bulan kemarin tuh bisa sampai dana itu masuk hampir satu jutaan per bulan,” ungkapnya.

Sebagian hasil panen dijual, sebagian lagi dibagikan ke warga atau dikirim ke program Pasar Tumbuh tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur.

Dana hasil penjualan masuk ke kas urban farming untuk kebutuhan mendesak seperti pembelian bibit, pupuk, dan pestisida.

Di tengah padatnya pembangunan dan minimnya lahan terbuka di ibu kota, kolong Tol Becakayu menjadi contoh bahwa ruang terbatas pun bisa diolah menjadi sumber kehidupan. Dari hamparan tanah yang dulu tak bernilai, kini tumbuh harapan hijau bagi Jakarta Timur. (cr-4)


Berita Terkait


News Update