JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Di banyak kota besar, kolong jalan tol identik dengan hamparan tanah kosong, area kumuh, atau sekadar ruang tak terpakai.
Namun, pemandangan berbeda terlihat di Jakarta Timur. Di bawah bentangan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) lahan yang dulunya tak terawat kini disulap menjadi kawasan urban farming atau pertanian perkotaan.
Deretan tanaman sayur tumbuh rapi di bawah konstruksi beton yang menjulang. Aneka komoditas seperti kangkung, bayam, sawi, hingga tanaman hortikultura lainnya menghijaukan area yang sebelumnya hanya dipenuhi debu dan semak liar.
Sebagian bahkan dikembangkan dengan metode hidroponik, memanfaatkan ruang secara efisien dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Warga Kalideres Jakbar Manfaatkan Lahan 5.000 Meter Persegi untuk Urban Farming, Hasil Panen Dijual
Transformasi ini bukan sekadar mempercantik kawasan. Program urban farming di kolong Tol Becakayu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan perkotaan, sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.
Kehadiran kebun di bawah tol juga membawa dampak sosial dan lingkungan. Area yang dulu terkesan terbengkalai kini lebih tertata dan hidup.
Aktivitas bercocok tanam menghadirkan ruang interaksi baru bagi warga, sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan lahan kosong.
Di tangan Agus, area bekas proyek yang dulu berantakan kini berubah menjadi kebun urban farming seluas kurang lebih 1.500 meter persegi.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Kembangkan Ketahanan Pangan lewat Urban Farming
Agus merupakan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang sekaligus menjadi perawat tunggal kebun tersebut.
