POSKOTA.CO.ID - Perang Iran-Israel yang meletus pada 28 Februari 2026 serta ancaman terhadap Selat Hormuz menyebabkan kenaikan harga minyak dunia secara signifikan.
Menurut laporan terbaru, harga minyak global saat ini telah naik sekitar 10 persen setelah serangan dan balasan militer antar kedua pihak.
Mengacu pada data Yahoo Finances, harga minyak global sudah berada di lebel lebih dari USD 82,11 per barel per Senin, 2 Maret 2026.
Analis memprediksi kenaikan masih bisa terjadi hingga USD 100 per barel jika konflik bersenjata masih terus terjadi.
Baca Juga: Update Terbaru Perang Iran vs AS-Israel: Ribuan Target Diserang, Pasar Global Bergejolak
Hal ini karena perang Iran-Israel berpotensi menganggu pasokan minyak dunia, sehingga akan berdampak langsung terhadap harga.
Selain itu, ancaman Selat Hormuz juga dipastikan bakal membuat pasar semakin fluktiatif dan harga tertekan naik.
Selat Hormuz memiliki peran strategis dalam perdagangan dunia, dimana satu dari lima barel atau 20-30 persen minyak dunia diekspor melalui rute tersebut.
Jika rute pelayaran tidak aman, kemungkinan banyak kapal tanker yang menunda atau mengubah rute pelayaran mereka.
Baca Juga: Balas Dendam Iran Makin Ganas, Gelombang Serangan ke-9 Sasar Israel dan Target AS
Hal ini membuat pasokan minyak global menjadi kekurangan dan biaya operasional membengkak menimbulkan kenaikan harga.
Lebih lanjut, perang Iran-Israel yang terjadi saat ini berpotensi berdampak pada sektor ekonomi, di antaranya:
- Tekanan Inflasi Energi: Lonjakan harga minyak mentah biasanya diikuti kenaikan tarif bahan bakar dan energi transportasi, sehingga mendorong peningkatan laju inflasi secara luas.
- Kenaikan Beban Produksi Industri: Berbagai sektor industri memanfaatkan minyak sebagai sumber energi maupun bahan baku utama. Ketika harganya naik, ongkos produksi ikut terdongkrak dan berpotensi menekan margin usaha.
- Imbas bagi Konsumen: Dampaknya turut dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga kebutuhan pokok, seiring membengkaknya biaya distribusi dan logistik.
Baca Juga: Profil Mojtaba Khamenei: Putra Ali Khamenei yang Digadang Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Diberitakan sebelumnya, perang Iran-Israel meletus pada 28 Februari 2026. Israel melancarkan serangan lebih dulu ke wilayah Teheran yang menyasar beberapa lokasi, termasuk kediaman petinggi Iran, Ali Khamenei.
Setelah agresi tersebut, Iran terus melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel hingga Senin, 2 Maret 2026. Sejumlah kota besar, termasuk Tel Aviv dan Yerussalem menjadi target rudal Iran.
